Menunggu Ternyata Menyebalkan!

Memasuki minggu ketiga bulan Januari. Akhir pekan kemarin sebenarnya banyak sekali hal menyenangkan yang telah terlewati. Mulai dari sparing futsal melawan Ukhuwah yang dimenangkan mutlak oleh BJS (hahaha, mulai sombong), kemudian dilanjutkan dengan menghadiri aqiqahan Pak Syafaat, OM Rumah Zakat Banjarmasin bersama Pak Jose dan Om Bayu (plus makan somay di Gatsu, hmm, yummy) dan mengikuti serangkaian acara mabit plus pra MPKD di Ukhuwah (lagi dan lagi). Yah, semuanya sungguh teramat menyenangkan sebenarnya, sangat menyenangkan.

Ahad pagi pun masih berlanjut dengan pertemuan kelompok LQ bapak-bapak di rumahnya Pak Tamsil. Masih bersama Ust.Fery sang Murabbi, lalu Pak Agung dan Pak Irawan, sedang Pak Syafaat masih ada urusan aqiqahan. Huah! Sebenarnya bapak-bapak ini pun menyenangkan teman. Hmm, tapi terkadang merasa gak nyaman aja dengan status single, the one and only (apalagi klo pembahasannya sudah mulai menyudutkan saya). Yah, begitulah kondisinya klo berbeda seorang diri, menyenangkan tapi terkadang menyebalkan!

Begitu juga saat mewawancarai calon anggota team Fundraising MITI M, mulai dari Maya, Eko, hingga Melia. Semuanya menyenangkan saja teman. Saat nge-blog di kantor. Saat membaca koran dan mengetahui berita terbaru. Saat hunting Eliana di dua Gramedia (sial, belum sampai di Banjarmasin ternyata). Saat akhirnya malah belanja kebutuhan primer di Hypermart (wah, jadi inget pas jualan snack dulu nih). Saat akhirnya tiba di hari Senin dan mulai tune in lagi dengan pekerjaan. Semuanya itu menyenangkan teman, sangat menyenangkan.

Tetapi memang sudah sifatnya manusia untuk melihat sisi lain yang belum dimiliki. Sebenarnya ini semua sudah cukup teman. Teramat sangat cukup. Nikmat yang Allah berikan itu tak ternilai. Dan sudah seharusnya saya mensyukurinya. Tidak kemudian menunggu dengan sebal nikmat lain yang belum didapatkan. Tidak dengan begitu caranya. Ah, terkadang membingungkan memang.

Hmm, sebenarnya hanya ingin menyelesaikan segala hal yang tertunda saja sih. Tapi mungkin ini hukum sebab akibat teman. Sebab banyak mempending advis, akibatnya nasib saya pun terpending. Ya Allah, semoga saya bisa menyelesaikan pendingan amanah itu supaya kemudian pendingan saya yang lain pun terselesaikan. Yah, semoga kepulangan saya ke Jakarta akhir pekan ini akan dapat teroptimalkan 101%. Sebab klo tidak sekarang, kapan lagi saya akan menginjakkan kaki ke ibukota, memohon doa restu kedua orangtua, now er never!

Fuih, menunggu itu memang menyebalkan. Tapi mari kita coba menikmatinya dengan arif dan bijak, insyaallah.

Banjarmasin, 18 Januari 2011
Selasa ini harus clear sebagian (minimal…)

8 thoughts on “Menunggu Ternyata Menyebalkan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s