Pulang Kampung 2!

Lalu setelah puas berwisata air di Atlantis. Rombongan pun beralih ke tiket terusan Dunia Fantasi alias Dufan! Wuah!!! Parah juga nih darmawisata kali ini. Benar-benar refreshing teman! Lupakan segala kepenatan yang dialami. Rehat barang sejenak. Enjoy Jakarta like Gubernur says =D

Yah, Dufan, terakhir kali saya kesini 2007 silam. Bersama rombongan Mang Yaya. Kebetulan saat saya sedang berlibur ke Jakarta juga. Yah, Jakarta kali ini, hari yang lalu dan yang datang, akan selalu menjadi tempat untuk berlibur. Holiday, more than holiday teman! Dan Dufan kali ini, kita awali dengan lucnh Mc-D. Alhamdulillah. Lalu setelah itu, saatnya bagi kita untuk beraksi dengan segala wahana yang ada. Kita awali dari Halilintar, semacam Roller Coaster andalannya Dufan. Bersama rombongan bujang Om Ipul dan Om Rano Karno. Tidak satu putaran bahkan, hingga dua kali kita dibuatnya shock! Fuih, entry point yang bagus, awalan yang indah untuk mabok wahana, hahaha.

Lalu wahana kedua adalah Ontang-Anting. Kursi yang menggantung dan berputar-putar. Huah! Pusing dibuatnya. Om Rano Karno saja tidak ikut. Sudah mual perutnya karena halilintar tadi. Hmm, wahana kedua yang memusingkan. Mari kita beralih ke wahana ketiga. Wahana terbaru, histeria! Tapi sayang, antreannya menciutkan nyali saya, juga Om Hadi yang ternyata ikut mengantre juga.

Yah, sudahlah, kita beralih ke wahana berikutnya. Eh, Dzuhur dulu ding! Baru setelahnya kita, hmm, naik wahana apalagi yah? Lupa saya. Oiya, masih bersama Om Ipul dan Om Rano Karno, kita pun mencoba Tornado! Tapi akhirnya karena membahayakan nyawa dan jiwa, sayalah yang diutus untuk mewakili rombongan bujang BJS. Hmm, empat huruf, S-E-R-U!

Yah, selain Histeria dan Halilintar, Tornado adalah tiga tantangan yang perlu dicoba saat kita berada di Dufan. Oiya, ada satu lagi sebenarnya, seperti pontang-panting, tapi sayang, hari ini tidak beroperasi, seperti Niagara yang juga tidak beroperasi. Nah, akhirnya agar kita bertiga bisa ikut semua, wahana berikutnya adalah Kora-Kora. Perahu berayun yang cukup biasa saja pikir saya. Lalu berlanjut lagi ke wahana untuk bersantai ria, Bianglala. Putaran besar nan raksasa untuk memandang luasnya Dufan dan sekitarnya. Subhanallah, hebat, lebih dari tujuh putaran, macam naik haji saja. Dan rombongan saya bertambah dengan Mb Jum, Mb Iro dan Mb Maya. Oiya, ada yang lucu juga saat kita hendak naik bianglala. Satu bianglala kan seatnya minimal bertiga, kemudian ada satu bianglala yang kurang dua orang lagi. Nah, rombongan kita kebetulan berlima, jadi tidak mungkin dipisah. Kebetulan di belakang antrian kita ada dua orang muda-mudi. Maka oleh petugas Bianglala, mereka berdua diminta untuk jadi pelengkap rombongan yang kurang dua orang tadi. Hahaha, ingin tertawa puas saya dibuatnya. Gak jadi deh katakan cintanya, hehehe.

Hmm, lalu berlanjut dengan wahana berikutnya. Masih dengan rombongan yang sama. Bertambah Om Rano Karno, Mb Ike dan Mb Dian. Jadilah kita berdelapan. Menikmati Arung Jeram. Berbasahan ria! Sial! Lepek sudah celana saya. Menyenangkan sekali putaran jeram ini. Seru abis! Lalu untuk mengeringkan pakaian dan celana, saya, Om Rano Karno (haduh-haduh, kayak artis aja sih namanya, hehehe) dan Om Ipul, menunggu rombongan Mb Ike untuk menikmati Halilintar. Yah, karena kita diawal sudah dua putaran, cukuplah kita menyaksikan dari bawah saja. Sekali lagi, sambil ngeringin baju dan celana.

Fuih, tidak terasa memang. Seharian sudah kita menikmati berbagai tantangan di Dufan. Hingga tantangan terakhir yaitu Histeria berhasil saya coba. Yupi! Sesaat sebelum berkumpul, Om Obi-suaminya Mb Ina- nantangin untuk naik histeria, baiklah! Maka jadilah, saya, Om Obi dan Om Ipul mencoba tuh wahana. Challenging and fun! Wahana penutup yang cukup menantang. Tapi memang benar bahwa wahana yang paling menantang dari semuanya adalah menjaga anak. Hahaha! Hiduplah Om Dani, Om Hendra, Om Arul, Om Yudi, Pak Agus serta para bapak dan ibu yang seharian tadi mencoba wahana yang paling menantang tersebut!

Yah, Dunia Fantasi. Cukup seru Sabtu ini. Dan lanjutannya adalah check in di Hotel Pasir Putih, untuk kemudian dilanjutkan diner di Simpang Raya Restaurant Matraman. And the last but not least, jalan-jalan malam di Jakarta. Sungguh nostalgia saat melintasi seluruh jalan raya tersebut. Ingat Ocean Twelve, ingat saat berangkat pelatihan di LPN, ingat yang namanya ODP, ingat hang out dan masih banyak memori lain yang selalu melintas saat berada di kampung halaman ini. Aih, sebenarnya masih ada satu cerita lagi saat akhirnya keluarga saya datang menjemput ke hotel malam minggu itu. Hmm, lain waktu dan kesempatan akan saya ceritakan inti dari pulang kampung kali ini 

Jakarta, 23 Januari 2011
Sangat singkat…

Advertisements

4 thoughts on “Pulang Kampung 2!

    • hahaha… belum ke dufan tuh mas klo belum naik halilintarnya, wkwkkwk
      *yg harus dicoba skrg klo ke dufan: Histeria, Tornado dan Halilintar =D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s