Rumah Tanpa Jendela : My Story

Rumah itu masih tanpa jendela teman. Sungguh, satu pekan ini rumah itu masih tidak berjendela. Bukan karena apa-apa. Ah, sulit saya menjelaskannya. Terlampau rumit untuk dijabarkan. Benang kusut itu masih belum terurai sampai sekarang. Yah, satu pekan yang dinantikan ternyata tidak kunjung datang. Fuih, inilah Rumah Tanpa Jendela-ku.

Senin. Tidak bergerak dari meja kerja. Seharian hanya mengerjakan usulan pembiayaan wirausaha. Hmm, menarik. Memiliki usaha sendiri memang sungguh menarik. Selasa. Mulai bergerak. OTS bersama Mba Ina dan Om Ipul. Menantang. Dunia pemasaran ternyata sungguh menantang. Memang harus ditaklukan teman. Rabu. Hahaha, saya lupa apa aktivitas Rabu itu. Tapi masih tidak jauh dengan istilah pembiayaan yang kali ini mulai terngiang-ngiang hingga bawah alam sadar. Hahaha, luar biasa memang gawean ini. Kamis. Mulai cenat-cenut. Semuanya memang memiliki masalahnya sendiri. Dan tugas seorang analis lah untuk mencarikan solusinya. Hohoho, profesi yang mulia bukan. Maka doakan saya teman! Hingga kemudian Jumat. Akhir pekan yang selalu dinantikan. Alhamdulillah urusan kantor cukup happy ending =D

Subhanallah. Meski pun rumah itu masih tanpa jendela, semuanya teramat indah. Lebih dari cukup untuk seorang pemuda rantau macam saya ini. Mencoba menikmati makanan malam di pinggir Jalan Ahmad Yani. Belajar tahsin setiap selasa dan kamis sore di kantor. Ikut latihan Tenis bersama BJS Gaul (hahaha, sial, saya kalah =). Menghadiri dua kali undangan dari nasabah (alhamdulillah). Enjoy dengan kamis malam di salah satu pusat perbelanjaan (nonton premiere Rumah Tanpa Jendela tentu saja, hehehe). Merusak kunci sepeda yang rusak (selalu saja ada tantangannya, hohoho). Dan terakhir, menikmati Gudeg Jogja yang manis malam-malam. Seru dab!

Yah, maka nikmat Tuhan manalagi yang hendak engkau dustakan. Jika memang rumah itu masih tanpa jendela, mungkin kita perlu mempersiapkan diri terlebih dahulu. Hmm, doakan semoga jendela itu segera saya miliki untuk kemudian terpasang di rumah mungil ini. Alakulihal, doakan saya teman =D

Hari-hari demi hari, telah kami lalui
Dalam suka dan suka, silih berganti
Tapi hati kami, tak pernah ragu
Ada dzikir dalam, setiap langkahku
Dalam godaan, dalam cobaan
Dengan bimbingan-Mu, semakin ringan langkahku
~selalu senang nasyid Fatih yang ini ^_^

Banjarmasin, 25 Februari 2011
Oiya, masih hutang award-nya si langit 11 >_<

12 thoughts on “Rumah Tanpa Jendela : My Story

  1. wah kak panji, judulnya roman-romannya mirip sama Film-nya Asma Nadia deehhh…

    Bagus loh kak filmnya *promosi.com

    klo gak salah tangkep, amanatnya adalah untuk membuka jendela rumah hati kita…

    Salam,
    Riska Ayu
    Dept. Jaringan n Kemitraan MITI-M
    gantian berkunjung ke:
    http://rizativa.multiply.com ya kaaa…
    saya juga izin tampilin bloh kaka di link saya. jzk. tararengkyu.

    • hohoho, sy udah nonton bos pas premiere-nya dan memang TOP BGT ^_^

      salam juga dari sy, semoga bisa segera berkunjung, tp tuk ninggalin komen, MP ribet euy =(
      *ada usul?

    • yah, baiklah…
      obsesi saya adalah menulis buku
      menulis buku adalah obsesi saya
      saya (ter)obsesi menulis buku -adalahnya hilang-

      *semoga gak bingung*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s