Speechless Answer

Teman, tidaklah salah ketika King’s Speech akhirnya menjadi film terbaik yang meraih Oscar tahun ini. Persahabatan antara Lionel dan Bertie memang sungguh menginspirasi. Tidak ada hal yang mustahil untuk dilakukan. Tidak ada kata yang tidak bisa keluar kalau kita masih memiliki suara. Dan sebenarnya memang tidak ada speechless answer…

Speechless answer. Saya sendiri masih bingung untuk menjelaskannya. Bukan tentang apa-apa teman. Hanya tentang suatu kondisi ketika ada orang yang menanyakan suatu hal, namun kita sendiri bingung untuk menjawabnya. Sama bingungnya ketika Allah memberikan jawaban atas pertanyaan kita. Yah, jawaban yang mungkin berbeda dengan dugaan kita. Speechless answer bukan?

Seperti akhir pekan ini. Sebenarnya akhir pekan ini sangatlah menyenangkan. Jumat malam saya memutuskan untuk pergi ke Gramedia. Makan malam sejenak di salah satu fast food ternama (ah, semoga tidak terhitung berlebihan, karena saya benar-benar ingin mencobanya). Puas membaca komik One Piece dan Naruto (dua komik kesukaan adik saya, Agung dan Fajar), karena kebetulan tidak ada buku baru juga yang sesuai dengan selera saya. And finally I decided to watch King’s Speech. Studio satu jam 9.10 waktu Indonesia bagian tengah.

Menarik. Film yang sangat menarik. Tentang Raja Inggris yang gagap karena trauma masa kecilnya. Tentang kehebatan seorang dokter dalam memecahkan masalahnya. Tentang persahabatan antara keduanya. Dan tentang pernyataan kakak si raja saat mengundurkan diri. Hahaha, kalau kalian paham pernyataan itu, kalian tentu akan tersenyum dengan sendirinya. Speechless answer.

Sepulangnya dari sana pun masih sangat mengasyikan teman. Menyusuri beberapa pal jalan utama Ahmad Yani. Beratapkan langit malam yang gelap dengan cahaya bulan dan bintang yang benderang. Bersepeda santai sendirian saat mendekati tengah malam. Semua pengalaman ini sangat berkesan teman. Teramat penuh dengan pesan.

Ah, lalu tentang speechless answer. Sulit untuk menjawabnya. Memang ini bukanlah sebuah pertanyaan tentang angka-angka yang jawabannya pasti. Ini semua adalah pertanyaan tentang kehidupan yang hingga saat ini belum mampu saya jawab dengan sempurna. Yah, karena kesempurnaan itu butuh waktu. Dan waktu itu memang tidak singkat, bahkan tidak terbatas, atau unlimited. Fuih, karena itulah speechless answer menjadi title dari cerita saya kali ini ^_^

Banjarmasin, 5 Februari 2011
Have no explanation again ’Sir…

2 thoughts on “Speechless Answer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s