Urusan ini tidak sekedar bilang tidak…

Urusan ini memang tidak sekedar bilang tidak. Yah, karena itulah mungkin membutuhkan waktu beberapa bulan hingga akhirnya keputusan itu didapatkan. Hmm, apa gerang urusannya? Tentang isu koalisi atau oposisikah? Tentang urusan pekerjaan yang selalu menantangkah? Atau tentang urusan pribadi seseorang?

Bukan tentang itu semua teman. Sungguh, bukan. Tapi ini adalah tentang jawaban dari seorang ayah kepada anaknya yang pemberani, Eliana. Ah, saya teramat senang dengan pernyataan ini. Yah, ini semua bukan sekedar bilang tidak. Seperti malam ini ketika My MR berkata bahwa minggu depan mungkin saya akan dipindah kelompok. Fuih, lengkap sudah berita-berita malam ini. Tanpa tendeng aling-aling. Sungguh, saya tidak ingin berpisah dengan kelompok pengajian ini (meski mereka semua sudah bapak-bapak =). Mereka semua telah menjadi saudara saya di tanah rantau ini. Mereka semua adalah saudara-saudara terbaik saya di negeri Banjar ini. Sungguh, saya sangat tidak menyukai kata perpisahan. Tapi kali ini saya tidak bisa berkata tidak. Saya dengar, saya taat, itulah prinsipnya.
***

Malam minggu hampir beberapa bulan yang silam. Berkumpul beberapa orang di rumah salah seorang pimpinan apotik Kimia Farma yang ada di Banjarmasin. Bukan untuk meramu obat teman. Karena disana ada juga pegawai Pajak, Wakil Pimpinan Rumah Zakat Banjarmasin dan seorang pengusaha cetak-cetak. Oiya, saya menggenapkan pertemuan ini dengan membawa bendera perbankan syariah. Yups! Inilah acara ngapel perdana saya. Ngaji pelan-pelan ala kita. Dugem pula. Duduk gembira melingkar. Yah, sambil mempelajari kalam-Nya dan merajut ukhuwah. Pertemuan perdana itu sungguh berkesan. Berbekas. Entah sampai kapan kelompok ini akan bertahan? Saya pun tidak bisa menjawabnya
***

Dan jawaban itu pun jelas. Ternyata saya harus dipindah karena satu dan lain hal. Aih, sekali lagi saya masih ingin bersama dengan kelompok yang ceria ini. Kenapa sih harus ada mutasi seperti ini. Dulu saya pun sangat kesal ketika pertama kali harus ganti mentor. Saat Akh Umam harus melepas kelompok Mentoring I-6 dan diganti alumni. Seperti juga saat Abe dan Hafidh harus meninggalkan kelompok LQ saya di Jogja. Juga saat saya harus meninggalkan ”kelompok LQ beberapa bulan” saya di Jakarta dan Surabaya. Untuk kesekian kalinya saya harus berpisah. Sebal. Sedih. Pasrah.

Yah, urusan ini memang tidak sekedar bilang tidak. Malam minggu ini sungguh kelabu teman. Langitnya gelap nan mendung. Menandakan suasana hati yang sedang berduka karena harus berpisah dengan sahabat-sahabat terbaiknya. Untuk Pak Fery, Pak Irawan, Pak Agung, Pak Syafaat, Pak Tamsil dan Pak Ahmadi; semoga kelak kita bersua kembali di Jannah-Nya. Aamiin.

Banjarmasin, 5 Februari 2011
Kenapa harus dipindah sih T_T

5 thoughts on “Urusan ini tidak sekedar bilang tidak…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s