Petuah Bijak

Hmm, hampir tujuh bulan saya di tanah banjar. Wah, ternyata cukup lama juga yah. So, mari kita sesekali bertutur dengan bahasa Banjar. Hehehe, ‘coz ternyata, banyak petuah bijak yang saya dapat dari negeri lambung mangkurat ini teman!

Pertama, mari kita gunakan ulun-pian-sidin ato dalam bahasa Indonesia, saya-kamu-beliau. Yah, ini adalah kromo inggilnya bahasa Banjar. Oke, hari ini ulun menemukan sebuah petuah bijak yang mantap benar!

“Haram Manyarah Waja Sampai Kaputing!”

Pantang menyerah sampai titik darah penghabisan. Begitulah closing statement dari Bang Deni Indrayana, putra banua yg saat ini jadi staf ahli presiden. Yah, terlepas dari dunia politik yang penuh dengan teka-tekinya, petuah bijak Bang Deni bener-bener nampol klo kata orang Jakarte!

Yah, seperti juga yg gw baca di buku PSPB (Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa-wah, jadul abiz nih!), ada statement yg juga menarik tuk disimak :

“Pantang Mundur Sebelum Hancur-Pantang Menyerah Sebelum Kalah”

So, mari kita hadapi segala tantangan dalam pekerjaan ini dengan tetap semangat dan pantang menyerah! Allahu Akbar!!

Banjarmasin, 23 Maret 2011
mulai enjoy dengan yg namanya BCM, hahaha…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s