Suci Sekeping Hati*

Sekeping hati dibawa berlari
Jauh melalui jalanan sepi
Jalan kebenaran indah terbentang
Di depan matamu para pejuang

hati itu . . .

hati itu . . .

Tapi jalan kebenaran
Tak akan selamanya sunyi
Ada ujian yang datang melanda
Ada perangkap menunggu mangsa

Akan kuatkah kaki yang melangkah
Bila disapa duri yang menanti
Akan kaburkah mata yang meratap
Pada debu yang pastikan hinggap

Mengharap senang dalam berjuang
Bagai merindu rembulan di tengah siang
Jalannya tak seindah sentuhan mata
Pangkalnya jauh hujungnya belum tiba

*ini nasyid dari Saujana yang mengingatkan gw pas masih berjuang di IKRAR, belajar banyak hal dari Masjid Attin yang menjadi homebase-nya. Subhanallah, masa muda yang penuh kenangan. Gak kebayang koq bisa-bisanya gw jadi ketua, mau-maunya juga ngurusin amanah yang sungguh melelahkan itu. I just wondering?

Tapi sekarang gw sadar (dulu juga sadar sih, hehehe). Pengalaman adalah guru terbaik. Dia mengajarkan gw banyak hal tentang perjuangan, pengorbanan dan keikhlasan. Kata kuncinya adalah sabar dan syukur. Yah, gw yakin, Allah selalu ngasih skenario terbaiknya buat gw, selalu dan untuk selamanya =D

Banjarmasin, 6 Mei 2011
*masa “putih abu-abu” sangat mengesankan ‘Jar ^_^

2 thoughts on “Suci Sekeping Hati*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s