Ayahku (bukan) Pembohong : (Before) Become Father

Hari itu Jumat. Seharusnya ada pengajian rutin malam itu, tapi karena Pak Ustadznya baru pulang dari Jakarta sabtu pagi, maka digantilah jadwalnya menjadi malam minggu. Dan menyikapi kenyataan tersebut, saya memutuskan untuk jalan-jalan ke Gramedia (siapa tahu ada buku bagus yang baru keluar =)

Nah, ternyata benar sekali! Ketika sedang transaksi di kasir atas pembelian buku Burlian-nya Tere~Liye, saya melihat ada buku terbaru Tere~Liye tepat di sebelah kanan meja kasir, dan tanpa pikir panjang, saya beli aja tuh buku. Yupi! Judulnya bener-bener bagus ‘Jar, dan ngeliat sekilas halaman belakangnya, ini Tere~Liye banget! Dan kayaknya juga, gw banget!!!

Ayahku (bukan) Pembohong

Ayahku (bukan) Pembohong

“AYAHKU (BUKAN) PEMBOHONG”

**
Sekarang sudah hari minggu. Pas lagi ngirim email buat temen di Jakarta, tiba-tiba ada temen saya yg di Jogja say hallo via YM.

Danti Tyas: kak
Danti Tyas: bs ikut nulis gak?
Danti Tyas: ^_^
panji arohman: ttg?
Danti Tyas: http://bundapiaradaku.wordpress.com/2011/05/04/sayembara-menjadi-ayah-ternyata-asyik-juga-ya/
Danti Tyas: ^_^
panji arohman: hahaha..
panji arohman: temanya berat!
Danti Tyas: hahah
Danti Tyas: tinggal nulis aja
Danti Tyas: apa yg ada di benak
Danti Tyas: ^_^
panji arohman: hahaha…
panji arohman: bukannya udah lewat yah deadlinenya?
Danti Tyas: ak kasi tenggat nih
Danti Tyas: hehe
panji arohman: kapan deadlinenya?
Danti Tyas: bsok pagi
Danti Tyas: ^_^
panji arohman: hmm…
panji arohman: *sambil menyelam minum air yak?
panji arohman: hahahaha…
Danti Tyas: hahahaha
Danti Tyas: apa kata kak panji dah
Danti Tyas: ^_^
panji arohman: hahaha…
panji arohman: becanda2x
panji arohman: ok2, insy ikut…
panji arohman: lagi baca buku yg pas juga temanya =D
Danti Tyas: siplah
Danti Tyas: itung2 sy kan jg membantu persiapan ntm kan…
Danti Tyas: ^_^
Danti Tyas: klo g dipaksa kpan para bujangan it akan “belajar”?
Danti Tyas: ^_^
panji arohman: hahaha
panji arohman: apa kata ant aja dah
Danti Tyas: ^_^
Danti Tyas: itu kan kata2ku

**
Wah, ternyata prolognya panjang juga yak?!? So, sekarang kita mulai masuk kepada inti tulisan.

“tentang cita-cita dan harapan anda kelak jika menjadi seorang suami sekaligus ayah bagi (calon) keluarga anda disertai alasan kenapa anda menginginkan buku tersebut”

Hmm, cita-cita dan harapan. Sederhana aja sih, sangat sederhana. Jika kelak saya menjadi suami dan ayah, saya ingin menjadi suami terbaik bagi istrinya, dan menjadi ayah yang terbaik juga bagi anak-anaknya. Dan definisi terbaik menurut saya adalah, ketika akhirnya kami semua dipertemukan kembali oleh Allah di surga-Nya, sebagai keluarga surga. Itu aja. Simpel.

Nah, tapi cita-cita dan harapan simple itu gak mudah untuk diwujudkan teman. Tapi insyaallah bisa! Apa aja syaratnya?

Klo Tere~Liye bercerita tentang sosok ayah si Dam dalam bukunya itu, maka si ayah adalah sosok yang sangat sederhana, dan beliau mengajarkan kesederhanaan hidup dengan dongeng-dongeng yang penuh makna. Persis seperti Lukman mendidik anak-anaknya dengan kisah-kisah penuh arti. Bil hikmah. Sangat sederhana. Seperti itulah nanti saya akan mendidik anak-anak saya, insyaallah.

Oiya, tapi sebelum menjadi ayah, fase yang dilewati adalah menjadi suami. Hmm, menjadi suami yah? I still wondering? Yang jelas menjadi suami adalah menjaga amanah cinta yang tidak mudah. Menjadi seseorang yang akan dimintai pertanggungjawabannya. Maka sederhana cita-cita saya, saya hanya ingin menjadi suami yang shaleh, yang mampu menjadi imam terbaik bagi istrinya. Dan saya ingin sekali amanah cinta itu karena Allah, menjadikannya rusuk kiri pertama dan terakhir, di dunia juga di akhirat.

Dan jika kelak saya menjadi ayah, saya sangat ingin menjadi seperti ayah saya yang senantiasa mendoakan kebaikan bagi anak-anaknya (aa jadi inget doa papah di setiap shalatnya ‘Jar, papah selalu berdoa untuk kebaikan kita semua ‘Jar, ketujuh anak-anaknya). Yah, saya ingin sekali seperti ayah saya yang telah berjuang untuk kebaikan keluarganya, dengan mengorbankan seluruh keringat, air mata hingga darahnya. Semuanya hanya agar anak-anaknya menjadi anak-anak yang shaleh dan shalehah. Sederhana ‘Jar, aa juga pengen klo nanti punya anak, punya anak-anak yang shaleh dan shalehah, karena itulah, aa juga harus memilih istri yang shalehah, dan wanita yang shalehah jelas hanya untuk lelaki yang shaleh.

Maka doakan saya teman. Doakan agar kelak kita semua menjadi suami dan ayah terbaik. Menjadi pribadi yang shaleh, yang dengan keshalehannya akan diberikan ‘perhiasan terbaik dunia’, dan kemudian genap sempurna dengan keshalehan sosial di lingkungan tempat tinggalnya, menjadi keluarga yang sakinah, mawahdah, warahmah. Aamiin.

Banjarmasin, 15 Mei 2011
Hanya ingin berbagi hikmah ^_^
*oiya, barakallah fii umurik buat yg ngadain lomba…

Advertisements

4 thoughts on “Ayahku (bukan) Pembohong : (Before) Become Father

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s