Mengenang Ibu Yoyoh Yusroh dan keluarganya…

Medio 2003-2004. Waktu itu gw baru aja diamahkan menjadi ketua sebuah organisasi di At Tin. Organisasi yg memberikan banyak arsip-arsip sejarah perjuangan. Dan sempat terlihat di salah satu undangan acaranya jaman baheula, tertulis nama Ustadzah Yoyoh Yusroh. Hmm, gw yang waktu itu masih awam sama perihal semacam ini hanya menggeleng bingung. Pembicaranya koq gw gak kenal yah?
*itulah pertama kali gw ‘kenal’ beliau

Medio 2004-2005. Tahun pertama kuliah di UGM Jogja. Di kontrakan gw ada tamu istimewa. Anaknya Ustadzah ternama, anggota dewan yang memiliki 13 putra/putri. Dan waktu itu gw kembali menggeleng bingung. Wah, ternyata ada yang keluarganya lebih banyak dari gw. Klo gw anak ke-1 dari 7 bersaudara, maka tamu gw ini adalah anak ke-1 dari 13 bersaudara, Umar Al Farouq. Kita memanggilnya Bang Umar. Yang ternyata adalah anak dari Ustadzah Yoyoh Yusroh.
*inilah interaksi kedua gw dengan beliau dan keluarganya

Medio 2005-2006. Tahun kedua kuliah. Masih di UGM. Saat itu gw udah tahu betapa subhanallah-nya keluarga Bang Umar. Bu Yoyoh yang luar biasa mendidik anak-anaknya. Adik-adiknya Bang Umar yang juga pada hapal Al Quran. Maka hanya decak kagum yang ada pada keluarga mereka. Subhanallah. Dan di tahun kedua perkuliahan ini gw kembali bersua dengan dua adiknya Bang Umar yang juga subhanallah. Anak ke 2 dan ke 3-nya Bu Yoyoh yang tidak kalah hebatnya dari Bang Umar. Izza dan Asma Karimah. Izza si ahli IT & haccking (sekarang aja beasiswa di Sarajevo University karena keahliannya yang luar biasa itu). Asma Karimah, junior gw di Fak.Pertanian UGM yang memiliki banyak hafalan dan jago banget bahasa inggrisnya. Mereka berdua jelas shaleh dan shalehah. Dan seperti kader dari Jakarta pada umumnya, mereka itu gaul tapi syar’i. Maka tidak sedikitlah sahabat mereka. Bahkan amat sangat banyak.
*ini sudah interaksi yang kesekian dengan keluarga mereka

Medio 2008-2009. Tahun keempat perkuliahan. Gw dan beberapa temen gw di tahun pertama, kembali ngontrak satu rumah. Salah satunya bernama Barnard, atau kita lebih enak manggilnya Bombay. Yah, dia adalah temen satu SMA gw yang telah berubah menjadi ikhwan yang teramat shaleh semenjak di Jogja. Waktu di SMA beliau memang sudah terkenal sebagai anak yang asik, gaul, dan baik, tapi memang tidak begitu aktip di Rohis, karena beliau adalah ketua SEAPOC (Eskul Fotografi di SMA 14). Meski begitu, beliau tetap istiqomah mentoring dengan teman-teman I-3-nya. Dan benih-benih kebaikan itulah yang kemudian berbuah matang saat di Jogja.

Yah, maka anak2 14 pun pada bingung saat tahu Bombay udah berubah menjadi ikhwan yang teramat shaleh. Meski begitu, Bombay tetaplah gaul dan asik seperti dulu. Hmm, mungkin seperti Mas Gagah klo di cerpennya HTR. And who knows?

Gw sendiri gak menyangka klo temen baik gw itu akhirnya menjadi bagian dari keluarga besar Ibu Yoyoh Yusroh. Yah, lelaki yang baik hanya untuk wanita yang baik. Junior gw di Pertanian, yang juga anaknya Bu Yoyoh, Asma Karimah ternyata berjodoh dengan Barnard Wiraharja. Maaf banget gw gak bisa menceritakan behind the scene-nya episode ini. Tapi yang jelas, Ibu Yoyoh Yusroh dan keluarganya seperti sangat dekat dengan kehidupan gw. Kehidupan mereka sungguh sangat menginspirasi. Sungguh….

Oiya, gw lupa, ada satu lagi anaknya Bu Yoyoh yang pernah singgah dalam kehidupan gw. Namanya Sholah. Klo yang ini bener2 tipikal pejuang sejati. Pas perjalanan naek Progo dari Jogja ke Jakarta, dia cerita klo dia pernah gabung sama komunitas anak2 punk. Berkelana dan berpetualang. Pernah juga mudik naek motor dari Jogja ke Jakarta. Subhanallah, hebat!

Yah, sayang gw tidak begitu mengenal sembilan yang lain. Tapi sepanjang sepengetahuan gw, Bu Yoyoh dan keluarganya benar-benar baik. Allahu Akbar!

Maka ketika sabtu subuh itu gw dapet berita kepergian Bu Yoyoh. Gw nyaris gak percaya. Tapi setelah nelpon Barnard, gw pun harus percaya berita duka itu…

“Ya Allah, ampunilah dosa beliau, terimalah beliau disisi-Mu. Beliau adalah seorang ummahat yang dengan gigih berjuang menegakkan syariat-Mu. Berikanlah kesabaran kepada keluarganya, dan perkenankanlah kami bersua dengan dengan beliau di Jannah-Mu kelak. Aamiin”

5 thoughts on “Mengenang Ibu Yoyoh Yusroh dan keluarganya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s