Seberapa Pantas Part II

Seberapa pantaskah kau untuk ku tunggu
Cukup indahkah dirimu untuk s’lalu kunantikan
Mampukah kau hadir dalam setiap mimpi burukku
Mampukah kita bertahan disaat kita jauh

*Seberapa hebatkah kau untuk kubanggakan
Cukup tangguhkah dirimu untuk s’lalu kuandalkan
Mampukah kau bertahan dengan hidupku yang malang
Sanggupkah kau meyakinkan disaat aku bimbang

Reff : Celakanya hanya kaulah yang benar benar aku tunggu
Hanya kaulah yang benar benar memahamiku
Kau pergi dan hilang ke mana pun kau suka
Celakanya hanya kaulah yang pantas untuk kubanggakan
Hanya kaulah yang sanggup untuk aku andalkan
Diantara peri aku s’lalu menantimu

Kembali ke *

Coda : Mungkin kini kau t’lah menghilang tanpa jejak
Mengubur semua indah kenangan
Tapi aku s’lalu menunggumu disini
Bila saja kau berubah pikiran

Teman, lagunya SO-7 ini bukan sekedar senandung tanpa arti gw pikir. Yah, ini lagu kayaknya emang pas banget gw. Tema besarnya adalah memantaskan diri. Yah, semoga di 12 Juni ini bener2 jadi momentum untuk gw kembali memantaskan diri, sehingga ketika ada pertanyaan seberapa pantas, jawabannya adalah, insyaallah pantas ^_^

Banjarmasin, 12 Juni 2011
Ketika Persija menang, dan team futsal gw juara ^_^

15 thoughts on “Seberapa Pantas Part II

  1. kata beberapa orang ustadz yang pernah risma ikuti kajiannya,
    pantes ga pantes seseorang untuk orang lain itu baru akan terlihat
    nanti setelah mereka menikah…

    dan benarlah, memang bagi mereka yang sdg menanti pasangan
    yang dinanti,
    tipsnya ada dua– kata ust.Salim, yaitu memperbanyak istighfar *astaghfirullah…*
    dan menyibukkan diri dengan perbaikan pribadi atau
    make bahasanya pak panji, “memantaskan diri”

    dan toh abi Syatori juga pernah bilang; kepada mereka yang mau menikah;
    menikahlah,
    menikahlah karena memang engkau membutuhkannya, bukan menginginkannya
    menikahlah..
    menikah tepat pada waktunya.
    menikahlah,
    menikah pada saat kaki kehidupan kita sudah menginjak puncak ruhaniyahnya…
    *wallahua’alam bishshowab,
    risma pribadi juga masih mengeja-eja,
    terutama ttg puncak ruhaniyah itu yg seperti apa…
    **secara… ‘kan blm pengalaman(menikah) :D

    lalu untuk sebuah asa dan cita yang mulia itu,
    semoga Allah memudahkan…
    *merapal kembali epik dari seorang sahabat,

    “Semoga semua kesendirian dapat dilewati dengan santai dan tanpa beban,
    karena kita yakin betul, bahwa kita, suatu ketika akan bercerita dengan ringan,
    kepada siapapun dia yang menjadi teman hidup kita nanti,
    bahwa jauh sebelum kehadiran dia,
    kita sudah merasakan pertanda yang muncul lewat angin yang berdesir,
    yang muncul lewat rintik hujan, lewat desah mentari sore yang menjadi tua,
    lewat malam-malam hening kita yang kita lalui sendiri,
    kita sudah merasakan pertanda
    bahwa ada seorang yang juga menanti di ujung belahan dunia sana.
    maka itu kita terlalu malu untuk sekadar menjadi orang yang terlalu panik,
    dan mengejar apa yang orang biasa sebut dengan cinta,
    karena kita ingin kita menjadi layak -meskipun sedikit-
    untuk pendamping semulia mereka.”

    **be eager ^_^

    • Wah, panjang banget bos komennya ^_^
      Sy sendiri malah bingung mau berkomentar apa =(
      *Tapi seperti yg temen sy bilang, “Just do the best and let God do the rest”
      **Nah, pertanyaannya adalah, apakah sy sudah melakukan ikhtiar terbaik? Sy sendiri bingung karena semuanya merupakan rahasia illahi. What do u think?

      wallahua’alam bishshowab :D

    • panjang bgt, ya… :)

      …ikhtiar terbaik… about what can we recommend to you, sir?

      jikalah mau merekomendasikan buku2 seperti ‘tak kenal maka tak a’aruf’ bu Widi, atau ‘ya Allah diakah jodohku’ punyanya pak Burhan yg terbaru… tapi pastinya mr.Panji sudah banyak ikut kajian+baca buku2 yg begituan.. :)
      dan risma lihat juga udah ada tulisan ttg tata cara memilih jodoh dlm Islam- sekalipun baru 2 poin, ya? hm. mungkin dimasukkan juga tkait etika jamaah; pengaturan mekanisme hubungan interpersonal dalam amal jama’i-nya, mr.. sepertinya itu akan menarik jg *ada hal pernikahan juga disana*

      jadi ttg ikhtiar terbaik… apa, ya? yah, we trust that u’ve done best yours

      • *wah, koq malah semakin panjang dan membingungan yah bos =(

        tp memang sepakat dengan perihal “etika jamaah”, dan ketika berbicara hal itu, speechless aja kedengarannya, karena hanya bisa (untuk tidak mengatakan harus) ditanggapi dengan statement sederhana :
        “Sami’na wa’atona- saya dengar saya taat”

        **fuih, urusan seperti ini memang membutuhkan kesiapan jiwa, dan jiwa yang siap adalah jiwa yang selalu dekat dengan Allah SWT………

        and the last but not least, just wanna say thanks a bunch for share bos ^_^

    • yah, kepencet enter, padahal blm kelar. yap, we trust that u’ve done ur best and u will

      just “keep pray for my brother”, semoga dimudahkan dan diberikan yang terbaik, sir.. barakallahu fiik
      *ditunggu undangannya… :D
      **dan semoga risma juga bisa mengamalkan ilmu2 yg topiknya nampak “berat” itu… ^_^ amin

      • oiya, serangkaian doa2 ini bener2 tak amini sepenuh hati bos ^_^

        *aamiin.
        **aamiin..
        ***aamiin…

        =D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s