Tunggu Aku di Jakarta part II

Masih saja kuteringat kata iringi kau pergi

Jadikan sore itu satu janji

Kau akan kembali untukku, serta untuk diriku

Mengingatku walau aku jauh

Akupun sempat janjikan, kukayuh semua mimpiku

Kulabuh tepat di kotamu….

Dan kaupun s’lalu janjikan kau ‘kan menungguku datang

Bersatu kembali seperti dulu

Dan bila akupun rindu pada nyamannya kecupmu

Pada indahnya tawamu

Kudendangkan dengan gitar lagu-lagu kesayangan

Sambil kuingat indah wajahmu

Oo……. 2x

Reff.

Tunggulah aku di Jakartamu

Tempat labuhan semua mimpiku

Tunggulah aku di kota itu

Tempat labuhan semua mimpiku

*Jyah, lagi2 senandungnya SO7, kapan murajaahnya Nji? Hehehe. Hmm, insyaallah murajaahnya masih jalan sesuai dengan program kelompok koq. Nah, tapi klo lirik yg satu ini kan jelas gak mungkin gw bahas di kelompok gw itu. So, sebenarnya udah sering banget gw posting dengan kata kunci itu, tunggu-aku-di-jakarta-mu. Setidaknya ada lebih dari tiga postingan teman. Tapi postingan kali ini gw pikir beda teman. Kali ini gw posting full liriknya, karena memang satu kata, nostalgic!

Okelah, gw gak akan ngebahas tentang kisah cinta sepasang muda yang ada di video klipnya (tp gw doain sih mereka berdua segera menikah, halah), tp hanya ingin nostalgic barang sejenak tentang dua kota yang menjadi settingan video klip lagunya, Jogja dan Jakarta. Hmm, dua kota yang subhanallah gw pikir.

Pertama Jogja. Aih, entah kenapa gw selalu kepikiran sama nih kota. Asli, klo boleh milih mau stay dimana, jelas gw pilih Jogja. Bagi yang sudah pernah singgah kesana, gw pikir akan tahu alasannya. Kota ini ngangenin dab! Suasananya, orang-orangnya, dan semuanya. Dan lima tahun gw disana, jelas amat sangat berkesan, semoga gw bisa ngambil banyak hikmahnya dari sana.

Kedua adalah Jakarta. Beuh! Ini kota malah udah mau milad yg ke-478 klo gak salah. Nih kota malah lebih nostalgic lagi, karena disanalah gw dibesarkan oleh kedua orang tua gw. Disana juga gw akhirnya kenal sama yang namanya “hidayah” dengan segala pernak-pernik khas Jakartanya (apologi untuk hal ini adalah, Beginilah Jakarta Mentarbiyah gw =).

Tapi kota ini juga meninggalkan luka yang teramat dalam. Memberikan pelajaran yang sangat berharga tentang arti sebuah kematian, dan bagaimana kita menjemputnya. Maka gak akan pernah gw bosan untuk berdoa atas keselamatan Fajar Arohman, adik pertama gw yang dipanggil Allah di usia teramat muda, 17 tahun. Maafin aa ‘Jar, sungguh kepergian manusia-manusia pilihan, telah membuat penduduk bumi dan langit menangis. Semoga kelak kita bersua di Jannah-Nya ‘Jar, aamiin…

And the last for not least. I think I’ve to go to Jakarta soon. Before Ramadhan I hope. But, …

Hmm, gak tahu juga deh ‘Jar. Insyaallah akhir Agustus paling lambat aa balik kesana. Maka tunggulah aku di Jakartamu teman!

Banjarmasin, 14 Juni 2011
Someday u’ll know, why the sky is blue ^_^

6 thoughts on “Tunggu Aku di Jakarta part II

    • Oiya, kampung ant di Cirebon yak?
      *insy klo ngelewatin dan berkesempatan, silaturahim deh (kan si Shandy juga temennya si Fajar =)

    • hanya ada satu kata untuk jogja :
      NOSTALGIC!

      *dan sangat berharap bisa singgah kembali barang sejenak kesana ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s