Prasangka : 1111th Story

‘Jar, pernah aa bertanya sesekali dalam hati, kenapa Allah belum mengabulkan doa untuk bertemu dengan Fajar yah?

Pernah juga aa bertanya, kenapa orang-orang lain itu begitu dimudahkan urusannya, sedangkan aa?

Dan aa pun mencoba untuk menjawabnya sendiri ‘Jar. Pertama, Allah itu tahu yang terbaik untuk hambanya, jika tidak dikabulkan sekarang, yah mungkin nanti. Kedua, orang-orang lain itu adalah orang-orang yang shaleh yang jelas ijabah kalau berdoa, mereka adalah orang-orang yang ikhlas berdakwah, sedangkan aa, jauh banget ‘Jar klo dibandingkan dengan mereka, karena itulah mungkin Allah belum mengabulkan doa aa.

Bener juga sih ‘Jar. Harusnya aa ngaca dan bercermin dulu yah. Siapa juga aa?

Tidak pandai bersyukur. Astagfirullah. Iya ‘Jar, harusnya aa mensyukuri nikmat Allah yang lain. Nikmat Allah yang jelas2 udah aa nikmati. Nikmat iman, islam, ihsan. Dikasih gawean yang enak, bos yang baik, temen2 di kantor, di LU yang subhanallah. Mamah dan Bapak yang peduli. Adik-adik yang menginspirasi. Ya Allah, kenapa juga aa malah bersedih hati dan menggerutu kesal pada suatu hal yang mungkin belum saatnya aa dapatkan itu ‘Jar.

Fuih, emang membingungkan ‘Jar manusia itu. Selalu saja fokus pada hal yang tidak dimilikinya. Selalu saja melihat ke atas. Harusnya yah melihat ke bawah ‘Jar. Hmm, tapi untuk doa aa yang satu ini, ah aa enggak tahu ‘Jar, apa harus melihat ke atas atau ke bawah. Sabar ajalah, bukankah itu nasehat terbaik dari semuanya, dari mamah, bapak, guru ngaji, dan sahabat terbaik. Yah, seharusnya aa emang gak boleh berharap lebih pada bantuan manusia, mereka pun tidak memiliki kuasa apapun. Harusnya hanya kepada Allah-lah aa meminta dan memohon. Dan klo pun Allah belum mengabulkan. Berpikir positif aja sih.

Seperti yang dituliskan Ust. Salim di “Ketersangkaan di Balik Hijab”. Siapa tahu Allah senang dengan doa kita di malam2 hari itu. Tangisan pasrah dan keluh kesah kita. Siapa tahu Allah menyenangi-nya ‘Jar. Dan beliau khawatir ketika doa aa udah terkabul, aa malah jarang lagi mengadu pada-Nya. Kita pasti gak mau kan klo terkabulnya doa kita adalah karena Allah risih dengan doa kita, ibarat pengamen yang suaranya jelek dan tampangnya serem, pasti kita langsung ngasih duit agar tuh pengamen segera menyingkir. Kita gak mau kayak gitu kan? Maka berpikir positif aja deh,..

Dan bukankah Allah selalu tahu yang terbaik buat kita ‘Jar? Mungkin kita nganggep hal itu baik, padahal belum tentu, begitu juga sebaliknya. Fuih, semua teori itu harusnya udah bisa aa praktekkan ‘Jar. Jangan banyak berkeluh kesah, jangan menyepelekan dosa dan jangan pernah putus asa dengan segala rahmat-Nya. Ya Allah, doa hamba, kuatkan hamba dalam jalan ini, istiqomah-kan hamba, dan semoga hamba dapat selalu hidup dalam kemuliaan atau jika tidak, syahid-kan hamba di jalan-Mu ini. Aamiin…

Banjarmasin, 20 Juli 2011
Genap 1111 postingan ^_^
semoga jadi momemntum teman =D

3 thoughts on “Prasangka : 1111th Story

  1. syukuri apa yang kita jalani saat ini pak,,, karena semua skenario Allah pasti yang terbaik.. karena Allah tidak pernah mendzolimi hambanya..
    bukankah sesuatu keadaan yang bisa membuat kita semakin dekat dengan Allah itulah sesuatu keadaan yang terbaik??
    keep husnudzon billah pak…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s