Maaf…

Hanya itu nasehat dari mamah saat aa cerita tentang sebuah kesalahan bodoh yang baru saja aa lakukan. Hanya itu nasehat dari mamah ‘Jar, singkat, padat, jelas. Meminta naaf, setelahnya ikhlaskan saja.

remember bintan 2008...

remember bintan 2008...


Yah, jikalau ini dianggap sebuah kesalahan besar yang tidak termaafkan, aa tetap akan meminta maaf ‘Jar. Tapi memang tidak mungkin untuk aa meminta maaf secara langsung, secara personal. Maka kepada yang membaca dan merasa tersakiti hatinya atas tingkah laku dan perbuatan yang tidak berkenan, saya benar-benar minta maaf atas kekhilafan tersebut. Niat baik yang diikuti dengan cara yang (mungkin dianggap) kurang baik, pastinya akan menyisakan prasangka dan praduga. Sekali lagi, maafkan saya teman..

Afwan. Maka selain kepada mamah (meski mungkin mamah juga masih bingung), aa juga sudah menjelaskan semua masalah ini kepada beberapa orang yang berhak untuk tahu ‘Jar. Dan memang aa sangat berharap klo orang-orang itulah yang nantinya akan menjelaskan kepada seseorang yang tersakiti hatinya itu. Karena sekali lagi, tidak mungkin bagi aa untuk menjelaskannya secara langsung, maka maafkan jika memang penjelasan itu datang dengan sangat terlambat, atau bahkan tidak tersampaikan sama sekali, karena itu semua sudah diluar kuasa aa ‘Jar, dan memang tidak pantas nampaknya for me to continue, but…

Gomen. Dimaafkan ataupun tidak, aa pun tidak tahu ‘Jar. Get second chance or quit and over, sampai sekarang pun aa belum tahu ‘Jar, atau mungkin tidak diperkenankan untuk mengetahuinya kali yah. Apakah harus mencobanya sendiri agar semua urusan ini selesai, atau dibiarkan saja menggantung dalam sebuah tanda tanya besar yang tidak akan pernah terjawab, kapanpun dan dimanapun. Entahlah ‘Jar…

And the last but not least, semoga tidak seperti paku yang menancap di papan, yang meskipun paku itu tercabut, masih menyisakan sebuah lubang. Semoga bisa seperti tulisan yang tertulis di pasir pantai, yang ketika ombak datang menepi, semuanya itu dapat tersapu bersih, hilang, tanpa bekas….

Banjarmasin, 6 Agustus 2011
Maka doakan saya teman ^_^

4 thoughts on “Maaf…

  1. tapi akan lebih clear kalo antum menjelaskannya sama orangnya langsung.. meski susah.. meski berat.. pilihlah cara yg menurut antum paling pantas untuk menyampaikan maaf antum.. *based on pengalaman aja, siy..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s