Amanah Akhir Tahun

Kali ini gw kembali membuktikan statement bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini. Mungkin segenap bangsa Indonesia merasakan hal tersebut juga. Perihal apa? Tentang Sea Games dan medali emas cabang sepakbola. Déjà vu Sea Games 1997 di Jakarta, empat tahun yang silam. Yah, itulah amanah akhir tahun yang diemban para pejuang olahraga kita, tidak hanya sepakbola.

Dari MITI-M tuk Indonesia ^_^

Lantas apa hubungannya dengan perjuangan para pejuang dakwah ilmy di seantero Indonesia (ato mungkin kita khususkan saja di The Greatest Team kita ini, para pengurus MITI Mahasiswa 2011). Yups, amanah kita ternyata kini sudah di penghujung tahun teman! Nampak tidak terasa sejak Raker kita di awal 2011 silam @ Bandung. Nah, ujug2, tahu2, udah mau rampung aja nih amanah. Maka pertanyaan besarnya adalah apakah kita mau mengulangi ketidaksempurnaan pejuang lapangan hijau kita, Garuda Muda?

Hmm, klo gw pribadi sih gak pengen dan gak mau. Klo bisa jangan dah!

*

Oke, klo gw pribadi ngelihat kita memang masih punya beberapa hajatan besar, mulai dari MA, NA, MPC, juga GIPI. Belum lagi temwil, jaulah dan up date Buletin Akselerasi. Dan tidak ketinggalan amanah para korwil tuk membersamai dakwah ilmy di wilayahnya masing2 (MJJ). Gw juga masih sangat yakin seyakin2nya klo amanah2 tersebut pasti menyita banyak energi, pikiran, perasaan, materi, waktu dan emosi temen2 semua. Karena apa? Karena kita juga manusia yang punya rasa dan hati (Serious Mode On). Tapi gw pikir sederhana, kita semua pasti udah tahu tentang tata niaga terbaik yang ditawarkan langsung oleh Allah. Dan bisa jadi, amanah2 ini adalah salah satu tata niaga tersebut. Karena apa juga? Karena kita adalah da’i sebelum menjadi yang lain. Insyaallah.

Maka klo kata Ust. Yusuf Mansyur, resep sederhananya adalah sedekah. Ato klo boleh gw generalisir, mendekatkan diri kepada Allah. Sang Maha segalanya. Yang memberi kita energi untuk berjuang. Yang selalu stand by untuk kita curcol. Yang selalu memberikan hasil terbaik setelah ikhtiar2 terbaik kita. Yah, bekerja. Klo kata Menteri BUMN kita, bekerja-bekerja-bekerja. Tugas kita memang hanya bekerja, dan biarkan Allah, Rasul dan orang-orang beriman yang menjadi saksi dari kerja2 kita. Karena takdir itu adanya di ujung2 usaha teman. Maka klo kita belum berusaha sampai ujung, kita optimalkan dulu aja ikhtiar tersebut. Yah, klo pun akhirnya adu penalty, itu mah untung2an aja koq (lho?!?).

The last but not least, gw pribadi hanya berharap amanah akhir tahun ini bisa kita sempurnakan bersama-bersama. Siapa tahu amalan ini yang nantinya mengantarkan kita ke Jannah-Nya. Who knows kan? Yah, semoga tulisan ini bisa menjadi penyemangat buat kita semua, utamanya sih buat diri gw pribadi. Like CEO Notes-nya Dahlan Iskan, mungkin inilah titan ala gw, mewakili wilayah kalimantan. Semoga bermanfaat. Salam inovatif dan kontributif.

Banjarmasin, 23 November 2011

Haram Manyarah Waja Sampai Kaputing!

 

6 thoughts on “Amanah Akhir Tahun

    • betul3x…
      antara harap, takut dan cinta

      *akhir tahun kesibukannya memang selalu menyenangkan, apalagi tahun ini (menantang =)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s