Notes From MITI

Akhir pekan lalu, saya dapet nemu sebuah buku keren di Gramedia. Notes From Qatar, itu judulnya. M. Assad, dialah penulisnya. Bukunya itu sederhana teman, tapi penuh makna dan hikmah. Nah, kebetulan juga, hari ini saya dapet sms yang sangat sederhana namun sarat makna dan hikmah. Yups, Notes from MITI, itulah tajuk utama postingan saya kali ini.

Pesan dari MITI. Hmm, ada banyak hikmahnya. Buanyak buanget. Tapi karena keterbatasan waktu dll, mari kita sederhanakan menjadi 4 saja. Kita mulai dari amanah.

Betul sekali, semuanya memang berawal dari amanah. Dan amanah ini terkait dengan leadership dan leader. Okelah, ttg leader, mungkin karena sudah amanah, mau gak mau yah kudu dengar dan taat. Tapi ttg leadership, gak semua leader punya kemampuan leadership. Maka pada kesempatan kali ini, saya bener2 meminta maaf kepada team korwil Kalimantan yg belum teroptimalkan dan terberdayakan oleh saya. Juga untuk temen2 PH dan Bimwil, atas amanah yang belum sempurna tertunaikan, mohon maaf sebesar2nya. Gomenasai.

Yang kedua adalah ttg ukhuwah. Persaudaraan. Dan persaudaraan yg berlandaskan iman, sungguh kuat ikatannya. Yah, bukan berarti persaudaraan dengan yg tidak seiman enggak kuat lho ya. Pada pesan yang kedua ini, saya bener2 terkesan dengan ukhuwah yang terjalin di dalamnya. Mulai dari raker, walimah trip: Jakarta-Jogja-Semarang, temwil borneo hingga jaulah duo Banjar plus Samarinda. Asli, saya bener2 berharap semoga persaudaraan kita bisa berlanjut hingga di Firdaus nanti. Maka tetep saling mengingatkan yo, The Greatest Team :D

Lalu pesan ketiga adalah tentang ilmy. Tentang dakwah akademi profesi. Ato klo kata Uda Dendi dari Team Capung yg udah melegenda, dakwah ini sederhananya adalah ttg kecerdasan dan keshalehan. Itu yg paling saya inget sampai sekarang. Bagaimana caranya mencerdaskan orang shaleh, atau sebaliknya. Karena saya yakin banget klo setiap manusia itu pasti punya dua potensi tersebut. Hanya saja mungkin kita gak sadar akan dua potensi tersebut. Dan saya yakin banget jika kedua hal tersebut dimiliki oleh para pemuda bangsa Indonesia saat ini, harapan itu masih bener2 ada, insyaallah.

The last but not least, notes from MITI it’s all about contribution. Yah, mengutip nasehat terakhir dari almarhum adek saya, “Jadilah orang yang berguna bagi orang lain”. Kontribusi sedikit dan sekecil apapun, kita harus tetap berikan teman. Bahkan klo kata Ust. Yusuf Mansyur, sedekah itu akan mancing balasan yg berlipat2 dari Allah SWT. Tapi iya masak sih kita berkontribusi hanya sedikit, dan mengharapkan balasan yg besar. Maksud saya, selagi masih mampu dan berkesanggupan, kita harus berkontribusi. Klo udah selesai, pasti akan ada lagi kontribusi yang harus kita berikan bukan? Yah, maka tugas kita memang hanya memberi kontribusi terbaik, dan biarkan Allah SWT, Rasulnya dan orang2 yg beriman menjadi saksi dari kerja2 kita.

Kurang lebihnya saya bener2 minta maaf. Klo ada yang bener, datangnya mutlak dari Allah SWT, maka janganlah ragu tuk mengamalkannya, dan klo ada yg salah, itu mutlak dari saya datangnya. Afwan jiddan.

Jazakumullah khairan katsiran
Banjarmasin, 10 Januari 2012

6 thoughts on “Notes From MITI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s