c.u.t.i

Empat huruf ini sebenarnya gak pengen banget gw ketik malam ini. Karena entah sudah berapa kali gw ngetiknya,berulang-ulang, berkali-kali, berbagai versi. Empat huruf ini sebenarnya juga gw benci, dengan sudut pandang tertentu, dan bisa menjadi sangat menyenangkan ketika gw juga melihatnya dari sudut pandang yang lain. Tapi buat gw sekarang, kata ini harusnya menjadi yang terakhir.

Oke, bagi seorang pegawai, ambil contoh gw aja deh. Ketika gw mengambil cuti, maka gw bisa berinteraksi dengan keluarga secara lebih intens. Gw bisa pulang kampung, ketemu sama ortu, ngajarin adek2 gw PR-nya, dan ngobrol banyak sama adek2 gw. Contoh lain yg gw pikir rada berat, cuti dari aktivitas dakwah. Alasannya banyak dan gampang aja dicarinya. Tapi menurut gw, sebab utamanya adalah kedekatan kita dengan Allah yang sedang berkurang. Dan ini yang beberapa kali, untuk tidak mengatakan sering, pengen banget gw lakukan, cuti dari dakwah.

Dan memang, disadari ato enggak, setiap manusia pasti punya yang namanya titik jenuh dalam setiap aktivitasnya. Anak-anak bocah yang kerjaannya hanya maen, para pelajar yang entah terpaksa atau tidak belajar, bapak-bapak dan ibu-ibu dengan segala lika-liku rumah tangga keluarganya, pengusaha aneka macam bisnis, hingga mungkin alim ulama yang bijaksana; pastilah butuh waktu tuk istirahat dari segala aktivitasnya tersebut. Namun yang membedakannya adalah cara mengisi waktu istirahatnya itu. Okelah, setiap orang juga pasti punya hobi atau kegemaran lain yang bisa merefresh dirinya dari kepenatan dan rasa bosan. Seorang muslim pun memiliki Allah sebagai tempat untuk mengadu dan berkeluh kesah. Dan dalam konteks ini, ada juga hak cuti bagi para pegawai yang telah menunaikan kewajiban kerjanya. Tapi kesemuanya itu hanyalah rehat sejenak, pit stop klo di balapan, istirahat babak kedua klo lagi maen bola, ato apalah nama lainnya. It just for a while teman!

Yah, tapi apalah daya, fase2 tadi memang harus dilalui. Seperti yang dilakukan Rasulullah SAW ketika sedang penat, maka beliau akan pergi menyendiri. Bertafakur. Merenung. Dan banyak berdoa, hanya kepada Allah SWT.

Jakarta, 15 Januari 2011
Break, sejenak…

 

8 thoughts on “c.u.t.i

  1. kalo cuti kan berarti masa tenggang yg nanti ny akan kembali k ‘rutinitas’ itu kan ya ka?
    kalo “cuti dari aktivitas dakwah” lebih keseringan orang2 resign (contohny saya –“)
    aniweey udh lama sy gak mampir sini hoho

    • Yup2, klo cuti emang gak boleh lama2 bos, apalagi nyampe resign : D

      Tetap semangat dan pantang menyerah, karena semuanya hanya soal waktu, wal ashr ^^v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s