Cerita tentang Kemping-

Kali ini gw pengen banget bercerita tentang kemping. Berkemah di alam terbuka. Persami klo bahasanya anak2 sekolahan SD, perkemahan sabtu-minggu. Seperti Smart Camp waktu gw masih di KAB, hehehe. Atau mungkin mukhoyam klo ruang lingkupnya berganti menjadi agenda wajib anggota sebuah partai tertentu. Hmm, tapi apapun namanya itu, esensinya tetaplah sama,  menikmati bermalam dengan alam, gelap, bulan dan bintang.

Maka akan ada banyak cerita dari berbagai versi kemping tersebut. Mulai dari perlengkapan yang harus orang tua siapkan jika anak2nya akan pergi Persami. Hingga longmarch tingkat dewa jika sudah pada tataran mukhoyam *hehehe, yg ini kayaknya tendensius banget yak*

Tapi memang semua ceritanya selalu menyenangkan buat gw pribadi. Ketika jaman SD, gw inget banget pas ke Cibubur, bumi perkemahan kebanggaan Indonesia. Yah, walau tidak sampai bermalam, tapi sejak saat itu gw udah berazam akan kemping disana, someday, insyaallah. Lalu saat gw SMP, acara kemping dan semacamnya hanyalah obsesi, karena tidak sekalipun acara semacam itu ada selama tiga tahun masa SMP gw. Hehehe, tapi gak apa2lah, karena semua pertanyaan itu akhirnya terjawab tuntas saat gw SMA. Sebuah jawaban sempurna yang tidak bisa lagi disanggah ^_^

Dan memang lengkap cerita waktu gw di SMA 14 sana. Paling pertama mungkin LanGab alias Pelantikan Gabungan. Menjawab rasa penasaran gw waktu SD, gimana rasanya kemping di Cibubur. Maka bersama anak2 SPLASH (Sepakbola 14), momen itu adalah momen yang sangat berkesan. Asli, ini baru namanya Cibubur, meriah euy! Lalu berlanjut ke Tafakur Alam. Klo yang ini karena gw terobsesi 101% dengan air sungai nan jernih. Maka ketika akhirnya Rohis 14 mengadakan Tafakur Alam dengan mengambil lokasi di daerah Bogor dan sekitarnya, mendaftarlah gw segera. Yups, obsesi akan air sungai nan jernih plus udara yang fresh khas puncak harus diwujudkan pada libur caturwulan pertama di kelas satu. Dan ekspektasi gw sesuai 100%, bahkan bernilai lebih, hidayah =D

Nah, masih berlanjut di masa SMA. Saat masih berseragam putih abu-abu itulah gw juga mulai mencicipi, acara kemping yang lebih dari sekedar kemping. Hmm, bukan mukhoyam juga sih namanya. Tapi acara itu ternyata menjadi cikal-bakal untuk kemping yang bertajuk mukhoyam nantinya. Oiya, waktu itu klo gak salah namanya DT3. Hohoho, namanya keren bukan. Karena kita pun tahunya, ini acara emang didedikasikan khusus buat anak2 kelas 3 sebagai bekal untuk memasuki dunia kampus nantinya. Di-create secara langsung oleh para alumni Rohis 14 dengan sebuah kemasan yang sangat menarik, kemping perpisahan mentoring, hingga akhirnya hampir 20 orang temen2 gw di kelas 3 bersedia untuk hadir, lengkap dengan peralatan kempingnya.

Lalu sesampainya gw dan temen2 di TKP, wah, mantap gan! Setelah melalui perjalanan hanya dengan berbekal peta, kita sudah disambut dengan instruktur yang notabene adalah alumni Rohis 14 yang sangat ramah. Hehehe, tapi kali ini keramahannya tersebut dikemas dalam bentuk ketegasan yang luar biasa mengesankan kita. Hmm, nampaknya akan sangat panjang klo gw menceritakan tentang DT3 di tahun 2004 itu, semoga lain waktu bisa gw ceritakan (mungkin sekalian dengan tips-trick mukhoyam aja kali yah).

And the last but not least, tentang mukhoyam sebagai salah satu perangkat tarbiyah, dan juga baru saja gw laksanakan, mungkin akan gw ceritakan di postingan yang berikutnya. Maka seperti motto-nya kepanduan kita, bersiap siagalah, Allahu Akbar!

Banjar, 23 Januari 2011 (countdown again =)

2 thoughts on “Cerita tentang Kemping-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s