Republik Twitter III

Berlanjut ke postingan ketiga ttg Republik Twitter (kayak kultweet aja nih =)

Film ini berawal dari kisah si Sukmo ato Amo, mahasiswa Jogja yang emang Jogja banget. Lucu, cerdas, dan suka maen twitter. Dia akhirnya kenal dengan Hanum, wartawan di ibukota Jakarta yang juga suka maen twitter.

*hmm, berhubung si penulis masih belum punya akun twitter karena masih asik dengan blog-nya, maka harap maklum terlebih dahulu klo istilah2 di dunia per-twitter-annya kurang pas.

Nah, dari twitter inilah akhirnya si Amo nekat pergi ke Jakarta, nebeng sama temen kos-nya yang kebetulan orang Jakarta, Andre namanya. Disana akhirnya si Amo malah kenal sama pacarnya Andre (yg ternyata anaknya dari si trending topik-Arief Cahyadi). Disana juga kita dikasih lihat ttg fenomena twitter yang sudah membentuk generasi menunduk (karena sibuk dengan smartphone-nya, mulai dari nge-tweet, apdet status FB, BBM-an ampe SMS-an; mirip2 dengan fenomena GadhulBashar juga kali yah, hehehe).

Selain itu di Republik Twitter juga dimunculkan ttg isu Pilkada DKI Jakarta 2012 via media twitter, politik pencintraan, penyedia jasa mengelola akun twitter, realita dunia wartawan dan tidak lupa kisah cinta anak muda jaman sekarang sebagai bumbu pelengkapnya. Ah, keren abis dah nih film. Harusnya sinetron2 di TV2 juga kayak gini dong, mencerdaskan karena isinya pun berbobot.

Film ini juga ngajarin kita tentang persahabatan, ttg kehidupan pasca kampus (buat para mahasiswa yang sudah pada mau wisuda), ttg kerasnya Jakarta dan juga tentang hebatnya peran media elektronik (dhi internet untuk rakyat).

Nah, maka dari film ini akhirnya saya belajar bahwa yang namanya twitter itu pun bermanfaat jika kita bijak mengelolanya. Seperti halnya juga blog saya yang lama sudah tidak terposting dengan postingan2 yang cukup berisi semacam ini. Bahkan FB yang menurut saya ababil banget (klo hanya dipake apdet status gak penting), sebenarnya pun sangat bermanfaat.

And finally, dari Republik Twitter, saya belajar satu hal penting yang nyaris terlupakan semenjak saya meninggalkan jogja, dakwah via media itu penting, dan karena saya juga masih aktif di FLP, masih punya blog, maka seharusnya saya bisa istiqomah untuk share ttg nilai2 kebaikan disana. Insyaallah ^_^

Banjarmasin, 18 Februari 2012 ~cemungudh =P

6 thoughts on “Republik Twitter III

  1. @titintitan
    Ceritanya berawal dari kata hati :)
    Dari jogja-jakarta-jogja
    Sisanya, nonton sendiri aja yak ^^

    @imam
    Oiya, efek digitalnya keren banget emang bos
    harusnya ada yg edisi blog juga yah :P

    @wiwidia
    Bukan keren kayaknya lagi, tp TOP BGT deh bos :D

  2. Emang ny bagus ka republik twitter?pengen nonton tp msh ragu hehe
    Btw manaaa?udh sm ubek2 wp ka panji ga nemu clue nya..paraaaah ni bikin sy kepo >•<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s