Pak Toto

Saya mengenalnya sebagai seorang bapak yang tegas, untuk tidak mengatakan galak. Pertama kali mengenalnya tentu sangat berbeda ketika akhirnya saya lama mengenalnya. Yah, waktu itu saya masih kecil, masih sepermainan dengan Eko dan Lismono, dua kakak beradik anaknya Pak Toto. Maka mengenal mereka berdua sama artinya dengan mengenal Pak Toto dan istrinya, Mpok Uwoh. Kalau Lismono mirip Pak Toto, maka Eko itu mirip dengan ibunya. Caturwarga yang sempurna teman. Pak Toto kerja di ABRI sedang Mpok Uwoh buka warung-klo pagi jualan nasi uduk; nasi uduk terlezat yang pernah ada, dengan temped an semur kentang yang belum ada tandingannya sampai sekarang.

Pak Toto. Beliau juga menjadi Pembina sepakbola di kampung saya. Sosoknya yang tegas dan disiplin memang cocok untuk membina anak2 muda nan energik seperti kami2 ini. Beliau juga adalah Pembina pengajian As Safroh, pengajian di kampung saya. Yah, saya pikir di Pangkalan Jati ini tidak ada yang tidak mengenal Pak Toto, the one and only in here.

Saya pribadi cukup sering berinteraksi dengannya. Mendengar suara lantangnya sewaktu saya masih kecil cukup menggetarkan hati dan menciutkan nyali. Tapi itulah bukti ketegasan. Mengenalnya ketika saya beranjak dewasa maka semakin mengenalah saya arti dari kedislipinan. Memahami arti kedewasaan. Dan masih teringat jelas, medio 2012 ini, pertemuan terakhir saya dengannya. Ketika saya melintas di depan warungnya, beliau sedang duduk santai. Namun yang mengherankan dan membuat saya terkejut, beliau Nampak begitu kurus, sangat jauh berbeda sewaktu kecil saya mengenalnya, besar dan tegap ala militer. Ya Allah, ternyata beliau sakit katanya. Sudah cukup lama. Innalillah…

Pertemuan saat itu, ternyata adalah pertemuan terakhir saya dengan Pak Toto. Malam tadi, dini hari, 14 Juni 2012, Pak Toto meninggal dunia, begitu pesan yang saya terima dari dua adik saya, Bangkit dan Gusti.

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun…

Ya Allah, beliau orang baik, sungguh orang yang baik, di keluarganya, di lingkungan tempat tinggalnya. Sebagai ayah dari dua sahabat baik saya sewaktu kecil, Eko dan Lismono; juga sebagai suami dari Mpok Uwoh, warung nasi uduk favorit saya. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah-Nya, bersua dengan orang2 baik di Jannah-Nya (semoga juga bertemu kembali dengan Fajar). Semoga keluarga yang ditinggalnya pun diberi kesabaran. Aamiin.

Banjarmasin, 14 Juni 2012

Dedicated for Pak Toto and family…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s