Catatan Keajaiban Sebuah Skripsi

Skripsi.

masterpiece~miracle

Berbicara tentang perihal yang satu ini, maka yang akan selalu teringat dan terngiang adalah tentang keajaiban. Yup-Yup-Yup. Berhasil menyelesaikan karya tulis yang satu ini menurut saya memang sebuah keajaiban. Keajaiban langit yang memang sudah Allah SWT persiapkan sejak awal. Serangkaian keajaiban yang saya sendiri tidak pernah menduganya. Tidak pernah mengira sebelumnya. Keajaiban-keajaiban yang hadir setelah paripurnanya ikhtiar. Di saat tidak lagi yang bisa diharapkan, maka keajaiban itulah yang Allah SWT hadirkan. Subhanallah. Maka pada kesempatan yang sangat berbahagia ini, ijinkan saya untuk menuturkan beberapa catatan keajaiban itu, catatan-catatan keajaiban yang telah mewarnai perjalanan skripsi saya. Semoga menginspirasi, karena terlalu banyak hikmah yang teramat sayang untuk tidak dituliskan, inilah Catatan Keajaiban Sebuah Skripsi :

Keajaiban 1 : Semuanya Berawal dari Kesederhanaan

Simple. Ketika akhirnya saya memasuki semester delapan. Rencana awal saya adalah memasukkan skripsi pada SKS yang saya ambil, bahkan seharusnya sudah diambil pada semester tujuh. Namun karena satu faktor dan lain hal, skripsi tersebut baru saya mulai kerjakan pada awal semester sembilan, Agustus 2009, selepas pulang KKN di Pulau Bintan, Kepulauan Riau.

Simple. Pikiran saya saat itu juga sangat simple. Target saya untuk lulus kuliah empat tahun sempurna meleset. Maka revisi target pun segera saya lakukan, deadline wisuda : Agustus 2009, tepat lima tahun perkuliahan. Bismillah, semoga dimudahkan, diberikan kemudahan, kelancaran dan ketabahan dalam mengerjakannya nanti (hehehe).

Simple. Dengan dosen pembimbing satu sudah ditentukan, maka tema skripsi pun harus ditentukan. Sesuaikan dengan kompetensi dosen pembimbing. Jadilah tema sosial saya putuskan untuk menjadi bahan penelitian. Yah, tema sosial yang sangat sederhana itu adalah tentang wanita pengolah hasil perikanan di Pantai Depok, mengkaji peran & aktivitasnya.

Simple. Dan keajaiban pertama itu memang berawal dari sebuah kesederhanaan. Impian sederhana. Cita-cita yang sederhana. Doa yang sangat sederhana, “Ya Allah, mudahkanlah hamba dalam menyelesaikan amanah ini. Aamiin.”

to be continued…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s