Catatan Keajaiban Sebuah Skripsi VI

Keajaiban 6 : Sabar & Syukur

Mungkin tidak sampai sebulan proses pengumpulan data itu saya lakukan. Penelitian saya memang sungguh simple dan sederhana. Sekali lagi, skripsi itu harus kita sederhanakan teman. Maksud saya sederhana dalam penyikapannya. Bukankah Allah SWT itu sesuai dengan prasangka hambanya? Jika kita sudah menganggap skripsi itu sulit, rumit, njelimet. Maka jadilah dia seperti itu. Jika kita sudah meyakini akan menyelesaikannya dalam batas waktu yang tidak hingga. Maka jadilah dia akan menggantung tidak terselesaikan. Gantung, seperti Melly Goeslow pernah bersenandung sendu. Selamanya. Dan jika kita percaya bahwa kita tidak akan pernah bisa menuntaskannya. Maka yakinlah itu yang akan terjadi kelak. Lantas bagaimana harusnya kita bersikap?

Subhanallah. Alhamdulillah. Allah Akbar. Sebenarnya hanya ada dua hal yang perlu kita senantiasa lakukan dalam mengerjakan master piece yang satu ini teman. Pertama banyak-banyak bersabar. Apa pasal? Ketika kita bingung bagaimana mengolah data yang telah terkumpul, maka bersabarlah. Ketika kita sudah tidak tahu bagaimana lagi menyusun kata-kata ilmiah yang sudah banyak berseliweran dalam kepala dan berlembar-lembar catatan tangan kita, maka bersabarlah. Ketika kita sudah siap untuk konsultasi dan melaporkan perkembangan skripsi kita kepada dosen, namun ternyata dosennya berhalangan, maka bersabarlah. Rehat sejenak. Itulah jeda yang Allah SWT berikan untuk kita bersabar. Bersabarlah teman. Bersabarlah, karena mungkin Allah masih sangat ingin membersamai kita. Masih sangat ingin mendengar rayuan dan permintaan kita, doa kita. Seperti saat kita mendengar pengamen jalanan yang memiliki suara nan merdu, tentu kita tidak akan langsung memberikan uang kepadanya. Tentunya kita masih ingin mendengarkan suara merdunya hingga selesai satu lagi. Bahkan kalaulah bisa, mungkin kita ingin menambah satu lagi darinya, request one song again. Mungkin seperti itulah nasib skripsi kita. Bersabarlah. Dan terus berusaha.

Kedua adalah banyak-banyak bersyukur. Apa pula hubungannya dengan skripsi? Oh, jelas ada teman. Bahkan sangat erat kaitannya. Skripsi adalah salah satu nikmat yang Allah SWT berikan kepada para mahasiswa tingkat akhir. Nikmat yang sungguh tiada ternilai harganya, juga rasanya. Bayangkanlah nasib para junior yang belum berkesempatan mencicipi nikmat yang satu ini. Betapa ingin dan penasarannya mereka. Bayangkan juga rekan-rekan seangkatan yang mungkin belum diijinkan oleh Allah menikmati nikmat yang satu ini. Maka betapa beruntungnya kita teman. Bayangkan juga senior-senior yang mungkin belum memasuki fase ini, atau bahkan sudah harus mengakhiri fase kehidupannya sebagai mahasiswa sebelum memasuki sebuah fase bernama skripsi. Ah, sungguh sangat beruntungnya kita teman. Keberuntungan yang tentunya sangat kita nikmati bukan.

Lalu bukankah nikmat itu harus disyukuri? Lalu bagaimana mensyukurinya? Jawabannya sederhana, teramat sederhana, berbuat baik atas segala nikmat yang telah Allah SWT berikan. Berbuatlah lebih banyak lagi kebaikan, karena kebaikan itu jelas berbalas teman. Jika tidak kita menikmati balasannya di dunia, pasti di akhirat kelak kita akan menikmatinya. Dan yakinlah teman, adalah sebuah keniscayaan bahwa Allah SWT pun akan memberikan segala kemudahan saat kita mengerjakan master piece tersebut. Trust me that miracle will be happened!

to be continued…

5 thoughts on “Catatan Keajaiban Sebuah Skripsi VI

  1. “Allah SWT pun akan memberikan segala kemudahan saat kita mengerjakan master piece tersebut. Trust me that miracle will be happened!”

    like this :-bd

    *sudah membuktikan :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s