Catatan Keajaiban Sebuah Skripsi VII

Keajaiban 7 : Sesungguhnya di Ujung-Ujung Usaha, Barulah Takdir yang Berbicara

Inilah keajaiban terakhir yang menyempurnakan ikhtiar. Mulai dari fase proposal, pengambilan data di lapangan hingga akhirnya mengolah data dan menyajikannya, semuanya memang penuh dengan keajaiban. Dan keajaiban di fase terakhir ini sungguh mengguncang iman. Jadi selama fase penulisan-satu fase setelah pengumpulan data di lapangan, saya berhasil melewati satu kesempatan wisuda lebih awal, Mei 2009.

http://ardanboys.blogdetik.com/?p=186

ujung jalan itu~takdir

Yah, sempurna terlewat. Menulis skripsi ternyata sangat jauh berbeda dengan menulis di blog. Kaidahnya jelas, Subjek-Predikat-Objek. Tidak pakai bahasa bebas seperti yang selama ini saya gunakan saat nge-blog. Harus ilmiah dan sesuai dengan petunjuk penulisan skripsi. Tidak boleh tidak. Karena ini skripsi teman.

Maka sejak Februari hingga Juni 2009, selama itulah saya berkutat dengan si skripsi yang menggetarkan hati dan jiwa. Kadang-kadang nyaris putus asa saat bingung mau menulis apa. Kadang-kadang stuck¸ terhenti, terdiam saat melihat data-data yang ada akan disusun seperti apa. Kadang-kadang bahkan sengaja menelantarkannya begitu saja. Give up!

Belum lagi saat semangat menggebu dan menggelora untuk konsultasi dengan dosen pembimbing, mereka malah sedang tidak ada di tempat. Maka musnahlah seketika harapan itu. Belum lagi ketika revisian dari mereka yang sungguh menggores luka dan menyayat hati. Aih, sungguh sangat berat teman. Ingin sekali mengibarkan bendera putih pertanda menyerah. Mengakhiri semuanya dengan rasa putus asa. I quick!

Fuih, fase terakhir ini memang sungguh sangat berat teman. Semuanya sangat bergantung pada seberapa besar ikhtiar kita, dan yang pasti seberapa besar doa kita agar Allah SWT memberikan keajaibannya kembali. Sejak awal Februari 2009 saya sudah mabok kepayang dengan proses penyusunan dan pengolahan ini. Bahkan sampai minggu terakhir Juni 2009, saya masih disibukkan dengan revisi, revisi dan revisi. Hingga akhirnya saya tiba pada fase ikhtiar langit, pasrah setengah mati menunggu revisi paling akhir sebelum akhirnya sidang. Dan ketika teman-teman yang lain sudah berhasil mendapatkan jadwal sidangnya, saya masih berada pada fase harap-harap cemas tentang tanggal sidang yang tidak kunjung keluar. Apakah masih akan ada revisi lagi, atau bagaimanalah. Lalu saat konsultasi dengan dosen pembimbing utama, Allah SWT menjawab doa saya tentang tanggal skripsi, tepat di saat DKI Jakarta merayakan hari jadinya yang ke 452, kado yang teramat spesial, teramat indah, akhirnya saya dapatkan. Jadwal ujian skripsi saya jatuh pada tanggal 1 Juli 2009, tepat jam sembilan pagi. Allahu Akbar!

to be continued…

2 thoughts on “Catatan Keajaiban Sebuah Skripsi VII

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s