Ayah # My first hero

Akhir september nanti seharusnya menjadi hari yg teramat spesial. Spesial untuk gw, ibu gw, adik2 gw, juga istri gw. Dan lebih spesial lagi adalah buat ayah gw. Yah, 30 September adalah miladnya yg ke 60. Hari yg seharusnya menggembirakan buat kami semua.
Kalau tahun lalu kita berkesempatan tamasya ke trans studio bandung dengan penuh keceriaan, maka tahun ini mungkin akan menjadi tahun pertama kami semua merayakannya dengan hening sepi, air mata juga doa. Di penghujung februari silam, ayah gw udah gak ada. Beliau meninggal karena kecelakaan. Yah, kecelakaan yang pasti telah menjadi skenario terbaik-Nya. Sungguh kami sangat mencintai ayah, tapi Allah tentu lebih mencintainya.

Dulu, ayah selalu menjadi pahlawan bagi kami semua. Mulai dari perihal yg paling sepele, hingga perihal berat yg hanya sanggup diselesaikan olehnya, laki-laki kebanggaan keluarga. Maka atas setiap tetes keringat, air mata, dan darahnya, hamba mohon Jannah-Mu untuknya Ya Allah. Untuk kebaikan keluarganya, ayah rela melakukan apa saja, tanpa kenal lelah, tanpa pernah menyerah.

Dan kini, setelah tiadanya, ayah tetap menjadi pahlawan pertama buat gw. Dia yang ngajarin gw apa itu cita-cita, dan bagaimana cara mewuiudkannya. Dia juga yg ngajarin gw arti sebuah kemandirian, tanggung jawab dan kedislipinan. Dan satu hal yg baru gw sadari pas gw udah beranjak dewasa, dialah yg selalu mendoakan kami, anak2nya semua, agar kelak menjadi anak yg shaleh dan shalehah. Ya Allah, sungguh hamba rindu dengan lantunan doa beliau selepas shalat itu. Doa yg teramat ikhlas, doa yg penuh cinta, doa yg tentunya tidak akan pernah kami sanggup membalasnya.

Maka di penghujung tulisan ini, gw hanya bisa berdoa untuknya, agar kelak kita dapat bersua kembali denganmu, di Jannah-Nya kelak.

#Ya Allah, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku, dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil. Aamiin.

Sabilal muhtadin, 15 september 2013
Dedicated for my father, ayahanda Emon Arohman…

4 thoughts on “Ayah # My first hero

  1. amin…

    *doa anak2nya Pak Emon yg shalih/at, insyaaLlah jadi tabungan amal yg saldonya naaiiik terus, jadi penerang buat beliau allahu yarham..
    **keep shalih/at yuk, senpai :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s