Pemilu Kesatu Saya

25 hari lagi pemilu. Dan untuk yg belum pada tahu, 9 April 2014 nanti, hari Rabu, akan diadakan serentak pemilu untuk memilih calon anggota DPR, DPRD dan DPD. Hmm, gw kurang tahu juga sih, apa hari Rabu-nya nanti libur apa enggak, secara itu kan hari kerja. Tapi feeling gw libur deh, klo gak gitu mungkin banyak yg gak bisa nyentang pas hari H nanti.

Oiya, balik lagi ke pokok bahasan awal. About my first election, itu terjadi pada tahun 2004. Pas gw kelas 3 SMA. Pas masih di Jakarta. Tapi lima tahun sebelumnya, gw juga udah turut serta dalam event nasional lima tahunan itu. Tentunya dengan kapasitas gw sebagai penggembira tanpa hak suara, hahaha.

Klo diinget2, dulu pas musim pemilu, pasti rame banget dengan kampanye. Dan untuk anak bocah seusia gw waktu itu, keramaian mobil konvoi dan pawai adalah sesuatu yg amat sangat menarik. Berpartisipasi di dalamnya ada sebuah sensasi tersendiri. Pokoknya seru banget deh, apalagi klo naik mobil bak terbuka dan keliling Jakarta. Dahsyat!

Nah, kemudian untuk masalah parpol pilihan. Di tahun 1999, sebagai kekanakan yg gak ngerti ttg dunia perpolitikan, maka parpol pilihan gw waktu itu adalah PPP. Alasannya simpel dan sederhana. Meski di tahun 1999, ada 48 parpol yg ikut pemilu, tapi 3 besar yg terkenal hanyalah Golkar, PPP dan PDI. Dan karena PPP adalah partai Islam, maka gw juga seneng ama partai itu, hehehe.

Lalu baru di tahun 2004, gw berkesempatan untuk menyumbangkan satu suara gw yang sangat berharga. Dan pilihan gw waktu itu masih gak jauh beda sama tahun 1999, partai Islam juga. Tapi partainya beda, bismillah gw waktu itu milih PKS, Partai Keadilan Sejahtera, nomor 16.

Untuk alasan lebih detail, waktu itu satu2nya partai yg paling gw kenal yah memang PKS. Karena waktu SMA gw ikut mentoring, dan ternyata kakak pementornya banyak yg juga kader PKS. Tapi emang gw akui, dari mentoring itulah gw jadi mulai mengenal Islam secara lebih baik. Bahasa kerennya, mungkin hidayah itu banyak gw dapet karena ikut mentoring (dan tentunya doa ortu). Dan harus gw akui juga, itu tidak terlepas dari peran serta PKS.

Time flies, di pemilu tahun 2009. Gw lagi kuliah di Jogja. Dan alhamdulillah gw juga masih ikut mentoring. Oiya, istilahnya waktu itu udah liqo atau halaqah, bukan mentoring lagi. And, sorry to say, PKS juga masih jadi pilihan gw. Bukan karena partai lain gak bagus, tapi menurut pengamatan dan pengalaman gw, hanya PKS-lah satu2nya partai yg istiqomah mengadakan pembinaan ke-ISLAM-an untuk para anggotanya. Dan sampai sekarang, gw masih merasakan banyak manfaatnya.

Okelah klo sekarang di media, PKS banyak disoroti karena beberapa hal negatifnya. Tapi klo dibandingkan dengan parpol lain, tentu jelas PKS jauh lebih baik. Selain itu, selama gw berinteraksi dengan PKS baik secara langsung maupun tidak langsung, kader2nya juga terkenal baik agamanya, amanah orangnya dan profesional kerjanya.

Yah, mungkin itulah sekelumit cerita ttg Pemilu Kesatu Saya. Klo ada yg merasa postingan ini banyak unsur kampanye dibanding ceritanya, maka memang benar adanya. Karena per hari ini, kampanye pemilu sudah resmi dimulai. Dan sebagai blogger yg juga kader PKS, maka bismillah, inilah salah satu bentuk ijtihad siyasi gw, semoga bernilai ibadah.

Duta Mall Banjarmasin, 15 Maret 2014
Salam cinta, kerja dan harmoni :)

One thought on “Pemilu Kesatu Saya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s