Muhammad itu terpuji…

Muhammad itu artinya terpuji, dan beliau pada akhirnya memang menjadi manusia paling terpuji di dunia dan akhirat. Saya sendiri kurang begitu paham dengan bahasa arab. Namun satu yang saya pahami, banyak orang tua yang memberikan nama depan Muhammad kepada anak-anaknya dengan satu doa dan harapan, agar anak itu kelak menjadi manusia terpuji, meneladani Nabi Muhammad SAW.

Saya juga pernah membaca kalau Muhammad itu menjadi nama yang paling banyak digunakan oleh para manusia di planet Bumi (sayangnya saya lupa sumber bacaannya itu apa, hehehe). Tapi memang di Indonesia sendiri, selama 28 tahun saya tinggal didalamnya, ada banyak sekali kawan saya yang bernama depan Muhammad. Dari mulai M. Reza Ikhwan, M. Rais Ali, M. Hardi. A.A.P.P.H, M. Irfan, M. Ramadhan, M. Hasanuddin, M. Rezki Hermansyah, M. Ihsan Rosyadi, M. Heru Ramadhan dan masih banyak lagi M-M lainnya (sembari mengingat-ingat siapa lagi yang nama depannya pake Muhammad karena saking banyaknya).

Oiya, untuk masalah penulisannya pun cukup beragam teman. Ada yang Muhammad biasa, ada yang ditulis Muh. Saja, ada yang Moechamad, dan beberapa versi lainnya. Saya pikir sah-sah saja untuk masalah penulisannya (menurut saya lho yah), karena mungkin maksud dan tujuannya adalah sama. Mereka semua ingin anak-anaknya itu menjadi terpuji di dunia dan akhirat seperti Sang Uswatun Hasanah.

Dan menjadi tidak tepat, ketika William Sheakspare berkata, “What a name?”, apalah arti sebuah nama dalam kisah Romeo-Juliet yang melegenda. Yah, karena nama itu adalah doa, tidak mungkin bagi kita untuk memberikan nama anak-anak kita kelak dengan nama yang memiliki arti yang tidak bagus. Pertama, karena nama adalah doa, nanti klo ternyata jadi kenyataan yang buruk bagaimana? Kedua, si anak juga bakalan tidak pede klo namanya jelek. Dia akan minder, kuper, merasa tidak beruntung, dan tentunya akan berdampak negatif dalam tumbuh kembangnya kelak. Ketiga, klo nanti si anak sudah besar, menikah dan mempunyai anak, sangat di-khawatirkan klo dia akan balas dendam dengan memberi nama anaknya dengan nama yang sama jeleknya, bahkan lebih jelek. Hehehe, tapi alasan yang ketiga kayaknya terlalu lebay deh. Becanda-becanda.

Pada akhirnya, nama itu memang akan menjadi pilihan orang tuanya, bahkan keluarga besarnya. Tapi semoga, siapa pun nama anak kita kelak, semoga namanya memiliki nilai-nilai kebaikan yang pada akhirnya akan tercermin dalam tingkah laku dan budi pekertinya. Aamiin.
Banjarmasin, 20 Agustus 2014
Menjelang Maghrib

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s