Syahdan ; yang melihat kebenaran

Sebelumnya, saya sering mendengar kata Syahdan sebagai kata awalan pada sebuah kisah atau cerita. Mungkin seperti alkisah, atau pada suatu hari klo kita dulu sering mengawali tugas mengarang Bahasa Indonesia. Tapi itu semua dalam kacamata pemikiran saya yang begitu dangkal, tanpa menggunakan bantuan google untuk mencari arti yang sebenarnya.

Namun ketika akhirnya saya menikah, istri saya ternyata sudah menyimpan satu nama jikalau nanti kami dikarunia anak laki-laki. Tahukah siapa namanya? Yah, benar sekali teman, namanya adalah Syahdan. Dan menurut buku yang kami baca, Syahdan itu artinya yang melihat kebenaran. Subhanallah. Ternyata artinya sungguh sangat mulia. Keren. Cool. Hehehe.

Syahdan, nama yang menurut saya juga cukup jarang digunakan oleh mayoritas orang Indonesia. Teman saya, Alhamdulillah belum ada yang namanya Syahdan, ada yang paling mendekati adalah Syahdian, salah satu rekan kerja saya di Banjarmasin. Nama artis, atlet, politisi atau orang-orang terkenal di Indonesia bahkan dunia juga belum ada yang namanya Syahdan. Jadi menurut saya, nama Syahdan benar-benar diluar mainstream teman. Hohohoho, istri saya anti mainstream juga ternyata.

Tapi sebenarnya saya masih penasaran, masak tidak ada yang menggunakan nama Syahdan, minimal saya pernah dengar ada orang yang bernama Syahdan. Dan akhirnya setelah saya berpikir keras, akhirnya saya mengenal satu orang yang bernama Syahdan. Walaupun hanya tokoh fiktif dalam sebuah novel tentang anak-anak, tapi orang yang bernama Syahdan ini sungguh sangat luar biasa. Jujur, sederhana dan pemberani. Bersama emak, dia memiliki empat orang anak yang telah memiliki bukunya masing-masing. Eliana, Pukat, Burlian dan Amelia adalah empat orang tokoh utama dalam serial kanak-kanaknya emak.

Ah, kalau kalian masih belum tahu, saya sungguh sangat merekomendasikan untuk kalian membaca novel karya Tere~Liye (bukan nama sebenarnya). Insya Allah akan sangat menginspirasi deh. Nah, tapi balik lagi ke nama Syahdan, pada saat Hari Anak Nasional 2014 kemaren, ternyata Allah menganugerahkan seorang anak laki-laki kepada kepada kami. Seorang anak yang semoga nanti dapat selalu melihat kebenaran. Aamiin.

Banjarmasin, 20 Agustus 2014
Mendekati miladnya satu bulan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s