milad ayah

“Ayah, bolehkah kupinjam sejenak waktumu di surga?”

Di hari yg teramat spesial ini, aa malah meminta ayah ‘tuk kembali sejenak. Seharusnya gak boleh yah.

Ayah, selamat milad. Maafin aa belum bisa jadi anak yg shalih. Belum bisa menjadi kakak terbaik bagi adik2nya. Aa minta maaf.

Sebagaimana ayah slalu mendoakan aa, adik2 dan mamah selepas shalat, aa juga slalu mendoakan tuk kebaikan ayah disana. Dilapangkan dan diterangkan selalu kuburnya.

“Ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahiim. Ampunilah dosaku, dan dosa kedua orangtuaku, dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil. Aamiin.”

Banjarmasin, 30 September 2014
Special for my first hero

4 thoughts on “milad ayah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s