8 Januari 2015

Sembilan tahun sudah berlalu. Cerita itu masih tetap terngiang jelas. Kisah duka itu masih tetap membekas. Kala fajar terbenam, akankah Panji masih terus berkibar?

Apa kabar Fajar disana?

Aa selalu mendoakan untuk kebaikan Fajar di alam kubur sana. Kelapangan. Kesejukan. Semoga Allah kelak mempertemukan kita kembali di Jannah-Nya kelak. Aamiin.

Lama sudah aa tidak bercerita panjang lebar ke Fajar. Dulu medio 2008-2009, hampir setiap hari aa cerita ke Fajar. Bahkan medio 2006-2007, semua diary aa adalah cerita aa ke Fajar. Maaf yah ‘Jar.

Oiya, Alhamdulillah sekarang Fajar udah punya keponakan. Cucu pertama mamah dan almarhum bapak. Namanya Muhammad Syahdan Alif Arohman. Seperti waktu kita dulu jaman bocah pernah janji.

“Aa, ntar klo aa udah menikah, Fajar udah menikah, punya anak, anak-anaknya kasih nama belakang Arohman yah.”

Alhamdulillah janji itu terpenuhi ‘Jar. Hanya sedikit disayangkan, Syahdan belum dapat bersua dengan om-nya, sama hal-nya dengan keinginan bapak yang ingin sekali menimang cucu. Tapi Allah pasti tahu yang terbaik yah ‘Jar. Insyaallah ada hikmah dari semua perpisahan ini.

Lalu bagaimana kabar mamah dan adik-adik kita? Alhamdulillah semuanya sehat dan baik-baik saja ‘Jar. Mamah masih setia mengajar di Borobudur. Agung bahkan saat ini lagi MDP di BSM, semoga segera resmi menjadi pegawai tetap disana. Gusti sedang berjuang menyelesaikan skripsinya, semoga juga tahun ini bisa wisuda. Endah masih asyik dengan kuliahnya, semoga bisa menjadi nurse yang shalihah nantinya. Bangkit malah sekarang kuliah bareng aa di Unlam Banjarmasin. Lalu Opik, tahun depan dia bakal masuk SMA, semoga saja diterima di 14.

Ya Allah, sembilan tahun sudah semuanya berlalu. Begitu cepat. Tidak terasa.

Aa rindu ingin bersua dengan Fajar. Ngobrol banyak hal. Maen bola bareng lagi. Badminton bareng lagi. Tanding catur lagi. You’re my best partner in all match.

Tapi sepertinya aa belum siap kalau sekarang ‘Jar. Aa kan sekarang udah ada anak-istri. Dan yang utama, masih banyak sekali amanah yang belum terselesaikan. Urusan hutang-piutang ini sungguh sangat luar biasa menyita energi dan pikiran. Semoga aa bisa melaluinya. Semoga Allah memberikan happy ending atas semua urusan ini.

The last but not least, semoga Allah mempertemukan kita kembali ‘Jar. Bersama almarhum bapak, almarhum mama’, almarhum mimih, almarhum ‘Wa Elon, almarhum Pak Ade, almarhum Mang Guru; mamah, Agung, Gusti, Endah, Bangkit, Opik, Neng Niva (istri aa ini kakaknya Shandy temen Fajar lho ternyata), Dede Syahdan, dan semua orang beriman yang kita semua sayangi karena Allah SWT.

Ayani KM 4.5, 9 Januari 2015
Sembilan tahun yang lalu, juga menjelang Maghrib

*baru sempet diposting disela2 LU

5 thoughts on “8 Januari 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s