Satu Tahun Dua Bulan

Satu tahun dua bulan. Genap sudah usiamu 14 bulan ‘Nak. Lama sudah ayah tidak bercerita di setiap hari spesialmu. Seingat ayah, ada beberapa bulan yang tidak terdokumentasikan dengan baik, sedang beberapa bulan lainnya masih tersimpan rapih di notes BB ayah. Semoga ayah berkesempatan untuk memposting semua cerita tentang dirimu yah ‘Nak, Insya Allah.

Satu tahun dua bulan. Gigimu sudah mulai tumbuh ‘Nak. Terlihat lucu menggemaskan ketika dirimu tersenyum menampilkan gigi mungilmu. Namun terkadang gigi mungilmu juga membuat ibumu meringis kesakitan ketika menyusuimu. Kemudian ketika ibumu beristigfhar menahan sakit, dirimu menangis merasa bersalah. Padahal ibumu tidak marah ‘Nak, hanya sedikit kesal mungkin, hehehe.

Satu tahun dua bulan. Engkau pun sudah mulai belajar berjalan ‘Nak. Masih beberapa langkah memang. Perlahan. Satu, dua, tiga langkah kemudian kembali duduk. Sambil menunjukkan muka gemas saat melangkah, dirimu sungguh membuat ayah dan ibu merasa senang dan bangga. Masya Allah. Menjadikan kepalamu sebagai tumpuan di lantai. Mengangkat tinggi-tinggi pantatmu ke udara. Ayah dan ibu sungguh senang sekali melihatnya. Apakah dirimu sudah tidak sabar ingin segera ikut shalat bersama ayah ‘Nak?

Satu tahun dua bulan. Setiap berangkat kerja meninggalkanmu, ayah sudah merasa rindu ‘Nak. Ingin segera pulang, bertemu, memeluk dan bermain denganmu. Setiap menjelang jam pulang kerja, maka ingin segera rasanya menghilang dalam sekejap dan langsung berada di rumah, tak perlu mengayuh sepeda belasan menit. Mungkin ini juga yang dirasakan oleh kakek dan nenekmu ketika ayah dan ibu masih kecil dulu ‘Nak.

Allahu Akbar! Sungguh besar kuasa Allah. Belum lama rasanya ayah merasakan saat-saat bahagia menjadi seorang anak. Tanpa perlu memikirkan segala perihal yang memusingkan kepala. Hanya bermain, belajar dan berbakti kepada kakek dan nenekmu. Tapi sekarang peran itu sudah berubah dan berganti. Kali ini ayah harus memainkan peran yang sama dengan kakekmu. Peran yang dilakoni dengan sangat sempurna tanpa celah hingga ajal menjemputnya. Ya Allah, atas setiap tetes keringat, air mata, hingga darah beliau, hamba mohon Jannah-Mu untuknya. Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi hamba di waktu kecil Ya Allah. Kelak ketika engkau akil baligh, ayah mohon doakan juga kedua kakek dan nenekmu yah ‘Nak, karena perantaraan merekalah ayah dan ibu bisa mengenal Islam, mempelajari dan mengamalkannya.

Satu tahun dua bulan. Ayah tidak akan pernah tahu berapa lama dapat membersamaimu. Mengenalkan indahnya Islam kepada dirimu. Mendidikmu agar menjadi hamba Allah yang shalih. Menjagamu dari siksa neraka-Nya dan membimbingmu menuju surga-Nya. Sungguh ayah tidak akan pernah tahu ‘Nak. Ayah hanya ingin memberitahumu satu hal, bahwa ayah sungguh mencintaimu karena Allah. Bersama dengan ibumu, kami sungguh sangat berharap bahwa engkaulah yang kelak menjadi kunci surga untuk kami. Bukankah doa anak yang shalih akan selalu menjadi pahala bagi kedua orang tuanya?

“Ya Tuhanku, Jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, Ya Tuhan kami, Perkenankanlah doaku” (QS: Ibrahim Ayat: 40)

“Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa” (QS. Al-Furqon : 74)

Banjarmasin, 23 September 2015
Teruntuk Muhammad Syahdan Alif Arohman, semoga kelak jadi anak yang shalih yah ‘Nak…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s