Back to School

Saat baru pertama bergabung dengan new circle, tema besarnya adalah sekolah. Mengelola pondasi peradaban paling awal, sebelum memasuki usia kampus dan setelahnya. Berjumpa dalam keheningan malam yang mencekam. Pemilihan ketua IC. Sebagai anak baru yang tahu diri, diam adalah sikap terbaik. Kenali medan terlebih dahulu, baru setelahnya amankan diri dari segala kemungkinan terburuk yang akan terjadi di tahun-tahun berikutnya.


Seiring berjalannya waktu, ternyata tidak selamanya sekolah menjadi ruang aktualisasi diri. Kampus akhirnya menjadi pelabuhan berikutnya. Dengan kekawanan baru, berbeda pula semua yang ada di dalamnya. Tapi memang semuanya tetap berkesinambungan. Sekolah-Kampus-Sekolah-Kampus dan begitu seterusnya selamanya.
Dan memang beginilah batu bata itu terus bergerak dan berpindah. Akhirnya kita pun kembali ke sekolah. Back to school. Kalau dulu kita sempat bersua di Gatsu, kali ini Labios Land menjadi ruang kelasnya. Tiga tahun berselang. Lebih penuh. Sesak. Ternyata sekolah terus berkembang, minimal personil di dalamnya. Celaka tiga belas sempurna dibuatnya.
Maka mohon maaf kalau belum bisa menjadi tuan rumah yang baik. Ditemani dengan hembusan angin yang bergerak teramat pelan a.k.a gerah. Berkawan dengan makhluk hitam kecil menyakitkan a.k.a nyamuk. Dan segala ketidaksempurnaan milik manusia. Gomenasai atas kekhilafan yang ada. Syukron katsir atas kehadiran pian sabarataan.
Bunyamin I, 5 Desember 2015
Semoga dapat bersua kembali di Jannah-Nya, aamiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s