TARGET!

Jauh sebelum gw memasuki dunia kerja, kata target hanyalah sebuah kosakata yang memiliki arti biasa-biasa saja. Memang gw sudah memahami arti dari kata tersebut sebagai sebuah motivasi. Suatu hal yang harus gw capai, patokan, inceran dan tentu saja, sebuah tujuan.

Nah, ketika akhirnya gw terdampar di dunia perbankan. Apalagi di unit bisnis. Maka target menjadi salah satu kata terlarang yang tidak boleh diungkapkan dalam waktu-waktu spesial, saat-saat bahagia, dan momen menyenangkan lainnya.
~***~

Sejak pertengahan tahun 2010, target mulai melekat erat pada jabatan gw sebagai seorang analis di BNI Syariah. Belum optimal memang di tahun tersebut, karena memang status gw yang masih On Job Training. Yah, jabatan resmi itu memang baru aja gw sandang di penghujung tahun 2010, tepatnya di bulan November. Jadi secara de facto dan de jure, tahun 2011 adalah tahun pertama gw memperjuangkan target yang telah ditetapkan manajemen kepada gw, as analist in BNI Syariah Banjarmasin, South Borneo.

And the result, you know lah; tidak tercapai, sepertinya cukup jauh dari target. Jujur, secara pribadi gw juga belum paham banget berapa sebenarnya target gw di tahun 2011 tersebut. Hehehe. Jadi, bagaimana mau achieve, lah wong targetnya aja gak tahu!

Oiya, tapi sebelum gw ngebahas jauh tentang target, gw perlu menjelaskan terlebih dahulu target yang dimaksud itu seperti apa. Jadi begini ceritanya. Secara sederhana, bank itu memiliki dua fungsi. Pertama, menerima dana dari masyarakat dalam bentuk tabungan, giro atau deposito. Kedua, dana tersebut harus disalurkan kembali ke masyarakat dalam bentuk pembiayaan, baik produktif maupun konsumtif. Nah, posisi gw sebagai analis pada akhirnya mewajibkan gw untuk menyalurkan dana tersebut dalam bentuk pembiayaan produktif, pembiayaan untuk usaha dengan segala macam turunannya*.
*very simple :-)

Memang sungguh sangat simple kalau gw bisa memastikan dana yang udah gw salurkan tersebut dapat dikembalikan para nasabah dengan tepat waktu. Masalahnya, memastikan hal tersebut adalah suatu hal yang gaib. Menerka masa depan. Menebak hal yang tak pasti. Sungguh sebuah pekerjaan yang penuh resiko bukan? Jangan sampai pembiayaan tersebut macet, karena jika macet, it means you’ll get audited! Bakal ada audit yang memeriksa pembiayaan tersebut kenapa sampai bisa macet. Bagaimana proses awalnya? Bagaimana monitoringnya? Bagaimana kepatuhan terhadap ketentuan yang ada? Dan apakah ada indikasi fraud (kejahatan) di dalamnya?

Allahu Akbar! Itulah resiko yang senantiasa mengancam orang-orang di unit bisnis. Pilihannya memang hanya dua; Hidup mulia (target pembiayaan tercapai) atau mati sebagai sebagai syuhada (pembiayaan yang kita proses akhirnya macet murni karena resiko bisnis).

Sekalipun sungguh tidak pernah terlintas dalam benak pikiran gw waktu masih kecil ampe kuliah, klo gw bakal berkecimpung di dunia bisnis yang begitu menantang ini. Tapi nasi sudah menjadi bubur, akan lebih bijak jika akhirnya gw berusaha untuk menjadikan bubur tersebut spesial dengan taburan ayam suwir, bawang goreng, kacang, daun bawang saledri, kerupuk dan juga sambal. Menjadi analis ternyata ada ilmunya teman, seperti halnya masalah yang selalu sepaket dengan kuncinya.

Maka di tiga tahun berikutnya, 2012 hingga 2014. Target yang diamanahkan ke gw alhamdulilah berhasil tercapai. Meski tidak sepenuhnya sempurna, tapi dengan yudisium M, itu semua sudah lebih dari cukup. Insya Allah di lain waktu gw bakal cerita bagaimana bisa hattrick itu terjadi.

Lalu tentang target tahun 2015 yang baru saja berlalu, dimana target baru gw sebagai seorang supervisor (setingkat di atas analis) yang tidak tercapai seperti pada tahun 2011 saat pertama gw menjadi analis, gw juga akan menceritakannya di lain waktu dan kesempatan.

Yah, dengan pencapaian yang ada di akhir tahun 2015, berapa pun nilai akhir yang bakal gw terima nanti, mari kita ambi hikmahnya teman. And the last but not least, belajar dari target 2015 yang belum berjodoh dengan gw, maka target 2016 yang gak perlu gw sebutin angkanya itu, haruslah berhasil gw capai. Dengan apa? Tentunya dengan usaha dan doa. Itu aja rumusnya. Kerjakan dengan ikhlas. Bekerja niatkan ibadah, beribadah niatkan ikhlas. Wallahu’alam.

Labios Land Ray 3 No.53, 25 Januari 2016
I love Monday ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s