Untuk Nenek…

Babu. Begitu saya memanggil nenek dari ibu saya. Usianya mungkin sudah diatas 75 tahun.

Jangan lupa doa, dzikir kalau lagi di jalan

Begitulah nasehat yang selalu Babu sampaikan setiap saya bertemu dengannya. Terakhir bertemu pada saat libur lebaran di bulan Juli 2016. Beliau memang sudah sangat sepuh. Tapi kunjungan terakhir saya saat itu beliau masih sehat wal afiat.

Selalu menyenangkan bertemu dengan Babu. Selalu ingat saat saya dulu masih kekanakan. Saya jauh lebih menyukai bermalam di rumah Babu dibanding rumah Mimih (nenek dari bapak). Apalagi dulu ‘Mama juga masih ada (kakek dari ibu).

Beberapa tahun terakhir Babu memang sudah tidak bisa lagi shalat di Masjid Hikmatul Islam. Masjid utama di Desa Maleber. Padahal sebelumnya beliau selalu menghadirkan diri shalat disana. Pengajian disana. Bertemu dengan rekan sejawat. Dan di awal2 menikah, saya dan istri sempat ikut Subuhan bersama Babu. Sungguh sangat menyenangkan.

Tapi sekarang Babu sedang terbaring lemah.

Ya Allah, semoga Engkau masih memberikan hamba kesempatan ‘tuk bersua dengan beliau. Bersama dengan anak dan istri hamba. Hamba masih ingin bertemu beliau. Mendengarkan nasehat dan petuah beliau. Ya Allah, ampunilah dosa beliau. Mudahkanlah semua urusan beliau. Aamiin.

Banjarmasin, 13 Oktober 2016

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s