Resensi Novel Matahari Karya Tere~Liye : PERSAHABATAN, PETUALANGAN & DAHSYATNYA ILMU PENGETAHUAN

“Kapsul ini tidak secerewet Ily. Dia tidak akan menyuruh kita bergegas, meneriaki kita agar semangat, atau galak membangunkan kita saat masih lelap, melarang ini, melarang itu. Kapsul ini lebih pendiam. Tapi di atas semua itu, aku memutuskan memberikan nama ILY karena itu adalah nama seseorang yang telah mengorbankan hidupnya demi kita semua. ILY, namanya, akan terus menemani kita bertualang.” (hal.66).

20161027_091947

taken from my phone

“Seratus tahun lalu, orang-orang juga tidak percaya ada benda bernama pesawat terbang, Ra. Itu tidak masuk akal. Hari ini, ada puluhan ribu pesawat melintas di atas bumi setiap harinya. Bedanya, aku tidak butuh seratus tahun untuk melakukan lompatan teknologi itu. Av membantuku. Mungkin saja Av juga tidak tahu betapa berharganya seluruh buku yang ada di perpustakaan Klan Bulan… Kamu benar, itu tetap tidak mudah. Tapi jangan lupa, aku supergenius, bukan? Jadi, apa susahnya?” (hal.62).

Banjarmasin di akhir Agustus 2016. Akhirnya novel Matahari karya Tere Liye berada dalam genggaman tangan saya. Sejak pertama kali terbit di Juli 2016, artinya saya harus menunggu satu bulan untuk dapat membaca novel ketiga serial Bumi tersebut. Sebenarnya tidak tepat sebulan sih karena novel Matahari sebenarnya terbit di penghujung akhir Juli 2016. Kemudian tanggal 3 Agustus, novel ini resmi di-launching di Duta Mall Banjarmasin bersamaan dengan Meet and Greet Tere Liye. Tapi apapun itu, sepertinya saya benar-benar menghayati pesan pihak Gramedia di halaman terakhir novel Bulan :

Nantikan buku ke-3, MATAHARI, 2016
~~**~~

Sejak novel Bumi pertama kali terbit Januari 2014, saya langsung jatuh cinta dibuatnya. First love at first sight. Tere Liye kali ini membuat novel dengan genre terbaru. Science fiction. Seperti yang pernah beliau jelaskan pada saat Meet and Greet di Banjarmasin, membuat novel itu simple. Apapun temanya. Baik itu tentang keluarga, cinta maupun petualangan. Semuanya itu ibarat memasak. Panci atau penggorengan yang ibu kita pakai saat memasak telah menghasilkan beragam masakan bukan. Tanpa rasa yang tertukar. Ayam goreng, kentang balado, tumis kangkung, sayur sup, sayur asem dan berbagai masakan lainnya yang tersaji berasal dari panci atau penggorengan yang sama. Hanya perlu dicuci setelah selesai memasak satu masakan, masakan lainnya siap untuk diolah. Dan sepertinya Tere Liye berhasil menemukan resep baru selain keluarga dan cinta, resep itu adalah persahabatan & petualangan dengan rasa science fiction.

20161027_092052

taken from my phone

Kemudian ketika novel Bulan terbit Maret 2015, tidak perlu banyak waktu bagi saya untuk menyelesaikan petualangan Raib, Seli dan Ali di Klan Matahari yang ceritanya menurut saya agak sedikit mirip dengan The Hunger Games karya Suzanne Collins. Dan yang membuat saya sungguh sangat kecewa dan menyesal adalah ketika akhirnya harus menunggu dengan penuh kesabaran terbitnya novel Matahari pada bulan Juli 2016. It means, satu tahun lebih saya harus menunggu bersama dengan pelanggan setia sekuel Bumi lainnya. Sebalnya lagi, tidak sampai seminggu novel Matahari terbenam begitu saja saat lembar terakhirnya selesai saya baca. Hiks-hiks-hiks.

Novel ini memang sungguh mengagumkan. Melanjutkan petualangan menakjubkan dari dua novel sebelumnya, Bumi dan Bulan. Jika pada novel sebelumnya Raib dan Seli menjadi tokoh utama, kali ini Tuan Muda Ali menjadi bintangnya. Petualangan kali ini memang berawal dari kepo tingkat dewa Ali tentang Klan Bintang. Setelah berpetualang ke Klan Bulan dan Klan Matahari, sepertinya akan sangat sempurna bagi Ali untuk dapat berpetualang ke Klan Bintang, klan paling misterius yang pernah ada di dunia pararel.

Permasalahan mulai terjadi ketika akhirnya Raib menolak permintaan Ali untuk menggunakan Buku Kehidupan yang dapat membuka portal menuju Klan Bintang. Tapi bukan Ali namanya yang kehabisan ide dan akal. Berbekal tabung logam dari Av dan otak cerdas Ali, petualangan menuju Klan Bintang akhirnya menjadi menu wajib liburan sekolah bagi Raib, Seli, Ali dan juga ILY; tanpa menggunakan Buku Kehidupan.

Setelah menempuh perjalanan panjang nan menegangkan, akhirnya sampailah tiga sekawan Raib, Seli dan Ali di Klan Bintang yang letaknya ternyata berada ribuan kilometer di bawah permukaan bumi. Bertemu dengan Faarazaraaf, pemimpin lembah hijau (salah satu ruangan otonom yang ada di Klan Bintang). Menyaksikan kemajuan teknologi Klan Bintang yang sangat luar biasa. Dan melanjutkan petualangan yang begitu menantang dan berbahaya di Kota Zaramaraz (ibu kota Klan Bintang).

Niatan Raib, Seli dan Ali yang hanya sekedar bertualang, ingin mengetahui tentang Klan Bintang-juga tentang siapa orang tua Raib sesungguhnya- ternyata direspon negatif oleh Sekretaris Dewan Kota Zaramaraz yang berambisi ingin mengusai seluruh klan yang ada. Apakah Raib, Seli dan Ali berhasil menggagalkan misi jahat Sekretaris Dewan Kota seperti ketika mengalahkan Tamus dan Ketua Konsil Klan Matahari di dua petualangan sebelumnya? Apakah rahasia besar Klan Bintang berhasil diketahui oleh Ali yang super jenius? Jawabannya ada pada novel setebal 400 halaman ini.

Nah, seperti yang disampaikan oleh Buku Kehidupan bahwa sesuatu akan bertahan lebih lama saat diwariskan lewat tulisan, saya memutuskan untuk menulis resensi novel Matahari. Satu-satunya novel yang saya tunggu kemunculannya di Gramedia di tahun 2016. Dan marilah kita telaah satu persatu cahaya memukau yang membuat novel Matahari menjadi sangat terang benderang.

1. Cahaya Pertama : COVER
Saat pertama kali melihat cover novel Matahari, sepertinya ada tampilan baru yang ingin dimunculkan dalam covernya. Cover yang sangat berbeda dengan novel Bumi dan Bulan. Ketika saya telaah lebih dalam, designer covernya ternyata memang berbeda dengan dua novel sebelumnya. Novel Bumi dan Bulan yang telah menjadi Best Seller pada akhirnya memiliki design cover yang sama dengan novel Mata

foto-trilogi

taken from google

hari. Bagi orang yang suka menilai buku dari covernya, adanya gambar kapsul terbang, kelelawar dan dua ekor ular diantara padang kristal akan membuat kita membayangkan sebuah petulangan seru yang kembali akan dilalui oleh Raib, Seli dan Ali. Dan bagi kalian yang sudah membaca habis novel ini, ceritanya 100% terwakili sudah oleh covernya. Kemudian tentang pemilihan warna coklat sebagai warna utama cover, sepertinya ingin mewakili unsur tanah yang menjadi setting petualangan kali ini, yaitu inti bumi tempat dimana Klan Bintang berada. Kesimpulannya, cover baru pada novel Matahari sepertinya ingin mengajak para pembaca agar memiliki novel Bumi dan Bulan dengan design cover yang sama (beli sepasang novel Bumi dan Bulan gratis satu novel Matahari, atau beli satu novel Matahari gratis sepasang novel Bumi dan Bulan, hehehe)

2. Cahaya Kedua : TOKOH
Bagi yang telah membaca novel Bumi dan Bulan, tentu tidak akan lupa dengan tiga tokoh utamanya; Raib, Seli dan Ali. Dan bagi para penggemar Ali (termasuk saya, hehehe), novel Matahari adalah novel yang menceritakan lebih banyak tentang siapakah Ali sebenarnya. Kalau kalian mengenal tokoh Sasuke si ninja jenius, cool dan ganteng dalam komik Naruto, maka seperti itulah Ali. Kurang lebih sama seperti tokoh Sawamura, pemain basket jenius, cool dan ganteng dalam komik Harlem Beat. Super jenius, cool, ganteng dan (tiba-tiba) jago main basket, itulah Ali siswa kelas X yang menjadi tokoh utama dalam novel ini. Tere~Liye menurut saya mewakilkan karakter dirinya pada tokoh yang satu ini (piss bang ^^).

Disini juga terungkap bahwa Ali memiliki kedua orang tua yang super tajir. Meskipun tajir, Ali tidak pernah sekalipun menyombongkan kekayaannya tersebut. Bahkan Raib dan Seli, dua sahabat baiknya tidak mengetahui bahwa Ali adalah anak tunggal yang kelak menjadi pewaris harta kedua orang tuanya. Selain itu, Ali juga dapat menjadi beruang raksasa yang memiliki kemampuan petarung Klan Bulan dan Klan Matahari. Tapi terlepas dari itu semua, pada novel ini Ali akhirnya memahami dengan sangat sempurna arti sebuah persahabatan.

Selain Ali yang menjadi tokoh utama, Tere~Liye juga berhasil menciptakan beberapa tokoh baru dengan nama-nama yang sangat unik. Sebut saja Faar, Marsekal Laar, Koki Kaar dan Sang Penemu Meer. Selain memiliki nama yang unik, keempat tokoh pembantu ini juga memiliki karakter unik yang berhasil mewarnai novel petualangan ini dengan nilai-nilai kebijaksanaan dan kebaikan.

Untuk tokoh antagonis, Sekretaris Dewan Kota juga berhasil dimunculkan Tere~Liye dengan sangat sempurna menyerupai Tamus dan Ketua Konsil Klan Matahari. Sayangnya, saya tidak menemukan siapa nama lengkap Sekretaris Dewan Kota. Tapi sepertinya kalaupun ada, namanya akan tetap unik dan berpola simetris seperti nama-nama penduduk Klan Bintang lainnya.

3. Cahaya Ketiga : DESKRIPSI
Ketika membaca novel Matahari, saya seperti ikut bertualang bersama Raib, Seli dan Ali. Menyaksikan kehebatan Ali bermain basket di final antar sekolah. Merasakan sedihnya Raib saat mengetahui bahwa orang tua kandungnya sudah tiada. Ikut terbang bersama ILY menyusuri lorong rahasia ribuan kilometer di bawah permukaan bumi. Mendengarkan dengan takjub penjelasan sederhana Ali tentang geografi, biologi, kimia dan ilmu pengetahuan lainnya. Bertempur mati-matian melawan ular dan kelelawar raksasa. Memakan bubur dengan kelezatan rasa tanpa batas. Memakai baju yang dapat berubah sesuai keinginan si pemakainya. Menelusuri mewahnya kota Zaramaraz. Patah semangat saat kehilangan Buku Kehidupan. Menyelinap diam-diam ke markas Dewan Kota. Bertarung habis-habisan melawan Pasukan Bintang, kapsul tempur hingga Robot Z, dengan teknologi super canggihnya. Melihat Ali menjadi beruang besar saat Raib dan Seli terkapar tak berdaya. Nyaris putus asa saat berada di penjara kubus. Membaca sejarah dan pencapain terbaik para pemilik keturunan murni melalui Buku Kehidupan. Hingga bertarung sampai titik darah penghabisan. What a great description!

Dengan deskripsi yang luar biasa, saya dapat berimajinasi tanpa batas tentang petualangan di Klan Bintang. Klan yang paling misterius dan high tech ini berhasil dijelaskan dengan sangat detail dan spesifik oleh Tere~Liye, seolah-olah kita berada di tengah-tengah klan tersebut. Deskripsi setting yang membuat saya benar-benar yakin bahwa ada kehidupan di bawah tanah. Bukan sekedar kehidupan makluk mikroskopis, tetapi peradaban yang paling maju milik Klan Bintang digambarkan dengan sangat meyakinkan oleh Tere~Liye. Out of the box. Tidak melulu berada di atas langit yang sangat terbatas.

“Kita selalu melihat ke atas, memandang langit, wow, betapa luas dan tingginya langit. Tapi, apakah ruang di atas kepala kita luas? Tidak juga.” (hal.70)

“Bayangkan diameter perut bumi, nyaris tiga belas ribu kilometer, satelit yang enam ratus kilometer di atas kepala kita tidak ada apa-apanya dibanding diameter bumi yang tiga belas ribu kilometer, dua puluh kali lebih tinggi. Di dalam sanalah, ribuan kilometer, Klan Bintang meletakkan kota.” (hal.70)

4. Cahaya Keempat : PESAN MORAL
Inilah yang selalu menjadi ciri khas Tere~Liye daam setiap novelnya. Selalu ada pesan moral yang tersirat dan tersurat, dengan gaya bahasa yang sederhana namun sarat makna. Tidak terkecuali novel Matahari yang memiliki banyak sekali pesan moral di dalamnya. Dan pesan moral yang menurut saya sangat berkesan adalah tentang persahabatan, petualangan dan dahsyatnya ilmu pengetahuan yang telah tuliskan dalam dua paragraf awal resensi ini.

Kemudian tentang semangat pantang menyerah dan selalu melakukan yang terbaik seperti yang disampaikan Ali pada saat menjawab pertanyaan Raib yang nyaris putus asa di penjara kubus.

“Kadang kala aku gagal. Itu benar. Entah berapa kali aku meledakkan sesuatu di basement. Tapi itu tidak membuatku kapok. Kadang aku menemui jalan buntu, harus melupakan eksperimen penting, menyingkirkan benda-benda tidak berguna, setengah jadi, tapi aku tidak akan berhenti. Karena aku menyukainya, passion, hobi, mimpi-mimpi, semangat, entah apa lagi kata yang tepat menggambarkannya.” (hal.362)

“Kamu tahu, Ra, ayahku pernah bilang-yah, meskipun dia terlalu sibuk dengan bisnis kapal kargonya, dia bilang,’Hidup ini adalah petualangan, Ali. Semua orang memiliki petualangannya masing-masing, maka jadilah petualang yang melakukan hal terbaik’. Itulah kenapa aku menyukai basement-ku, penelitianku, petualangan kita. Aku melakukan yang terbaik, sisanya akan datang dengan sendirinya.” (hal.363)

Selain itu novel ini juga menampilkan semangat anak muda yang berjiwa petualang dan pantang menyerah melalui karakter Raib, Seli dan Ali. Adapun semangat mengayomi dan melindungi para tetua telah terwakili oleh empat sekawan Faar, Marsekal Laar, Koki Kaar dan Sang Penemu Faar. Jadi secara tidak langsung, para pembaca novel ini baik anak-anak muda ataupun yang sudah dewasa (untuk tidak menyebut tua), dapat mengambil teladan baik dari karakter tokoh-tokoh yang ada.

Namun demikian, tiada gading yang tak retak. Dalam novel ini ada beberapa kesalahan penulisan yang tentunya dapat dikoreksi pada cetakan selanjutnya. Berikut rangkumannya :

“ tersenyum tpis (hal.79), dengan saksama & hampir mengatakanny a (hal.96), pastil genius (hal.105), bisa memosisikan diriku (hal.115), perawakannya memesona (hal.176), tinggal hitangan (hal.222), buku matematikmilikmu (hal.251), benda-benda serbasimetris (hal.255), menjad tugasku (hal.239), sekarang giliran mu (hal.352), seandinya pun gagal (hal.363), tak kasatmata & melewati tubuku (hal.367), pertempuran besar antarklan dan diambang kehancuran (hal.388) “

Selain itu, perlu diperhatikan juga penulisan ILY si kapsul terbang yang wajib ditulis dengan huruf besar. Sedikit koreksi, masih ditemukan penulisannya yang menggunakan huruf kecil.

“Kita hampir sampai, Ra!” Ali memperlambat laju Ily, memberitahu.” (hal.113)
“Ily terbanting ke bawah, tidak kuat menahan beban berat. “ (hal.154)

Di luar urusan typo atau salah ketik, saya masih bertanya-tanya kenapa Raib tidak menggunakan Buku Kehidupan untuk membebaskan Ali dan Seli yang terjebak di penjara kubus. Bukankah Raib dapat menggunakannya untuk pergi kemana saja seperti Nobita yang sesuka hati menggunakan pintu ajaib milik Doraemon? Ataukah memang Buku Kehidupan hanya bisa digunakan untuk membuka portal ke dunia lainnya saja?

Satu hal lain yang masih mengganjal di benak pikiran saya dan mungkin sidang pembaca lainnya, mengapa Tere~Liye menceritakan petualangan di Klan Bintang pada novel Matahari? Seperti ketika menceritakan petualangan di Klan Bulan pada novel Bumi dan petualangan di Klan Matahari pada novel Bulan? Nampaknya hanya Tere~Liye yang tahu pasti apa jawabnya. Biarkan penulis melaksanakan tugasnya untuk bercerita, para pembaca harap sabar memahaminya. Seperti Ali ketika memberikan titah ke Seli.

“Ikuti saja perintahku, Seli. Biarkan aku yang berpikir, kalian yang melaksanakannya. Di tim ini, sudah tugasku untuk berpikir tiga langkah ke depan. Kalian menurut saja”. (hal.222)

**~**

Satu kata yang menurut saya mewakili kesimpulan dari novel Matahari adalah DAHSYAT!
Jujur saja, saya bukanlah penggemar novel science fiction, fantasi dan sejenisnya. Entah kenapa saya sama sekali tidak tertarik. Tapi ketika pertama kali membaca novel Bumi, Bulan hingga Matahari karya Tere~Liye, saya langsung menyukainya. Khusus novel Matahari, terlepas dari typo yang ada, saya sangat merekomendasikan novel ini untuk dibaca oleh anak-anak SMA jaman sekarang. Memberikan inspirasi tentang persahabatan, petualangan, dahsyatnya ilmu pengetahuan dan juga ketulusan.

“Jangan cemaskan sesuatu yang belum terjadi, Nak.” Faar menggeleng.”Wahai, orang tua ini sudah dua kali mengatakan hal bijak tersebut. Kita selalu bisa mengubah jalan cerita dengan ketulusan.”(hal.389).

Judul : Matahari
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 400 halaman
Terbit : Juli 2016

13 thoughts on “Resensi Novel Matahari Karya Tere~Liye : PERSAHABATAN, PETUALANGAN & DAHSYATNYA ILMU PENGETAHUAN

  1. diantara kutipan yg aku suka nih:
    “Jangan cemaskan sesuatu yang belum terjadi, Nak.” Faar menggeleng.”Wahai, orang tua ini sudah dua kali mengatakan hal bijak tersebut. Kita selalu bisa mengubah jalan cerita dengan ketulusan.”(hal.389).
    nice post👍👍👍

    • mungkin karena Faar sudah sepuh kali yah, jadi sudah tidak mencemaskan sesuatu yg belum terjadi lagi (red.pengalaman mode on)

  2. This is a great novel.
    It well us about adventure, and plot of story was very nice. Until we felt as a part of story.
    Nice share for admin, i’m not patient to add this one as a collection in my library. So i’ll buy the novel as soon as possible.
    A big thanks to you..

  3. Ulasannya mantap, novelnya sesuatu banget ya.. moga ntar bisa dibikin film yg bisa dinikmati dn plek persis kayak yg tergambar di novel. Anak negeri hrs bisa bikin seseru film adaptasi novel fiksi di luar sono.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s