#DiaryBanker7 : NOVEMBER JUARA

November 2016 sungguh juara. Diluar perkiraan dan prediksi gw sebelumnya. Semuanya berawal dari jadwal pelatihan di awal November. Refreshing SMD selama satu minggu penuh di ibukota. Bertempat di LPN atau sekarang dikenal dengan BNI Corporate University. Sebuah tempat yang paling nostalgic menurut gw. Tempat dimana gw pertama kali mengikuti tes masuk BNI. Disinilah gw merasakan heroic-nya ayah gw. Beliau mengantarkan gw untuk ikut tesnya. Tidak sekedar mengantarkan. Tapi menunggui anaknya sampai selesai. Lebih dari itu, beliau pun mendoakan. Hasilnya. Allah mengabulkan doa ayah gw.

“Ya Allah, semoga Engkau memberikan rahmat dan anugerah-Mu untuk beliau di sana. Aamiin”

Belum selesai acara refreshing. Analis gw tiba-tiba memforward sheco cabang. Isinya cukup menyenangkan hati. Undangan untuk assessment. Istilahnya dulu talents pool. Atau kalau bahasa sekarang pegawai talenta. Sudah memasuki tahap 3. Dari Banjarmasin hanya gw sekarang. Dari unit SME ada juga penyelia Surabaya, Mas Rahman. Ada satu analis Bandung, Ase. Dan ada juga CMN dari Semarang, Mas Yayat. Sisanya kebanyakan dari Cabang Mikro. Harapan gw cuma satu, semoga lulus jadi OM. Hehehe. Ngarep dot com. Tapi bukankah kita boleh mengharap. Tentunya setelah berusaha maksimal.

november

taken from google

Mengikuti assessment di Jakarta. It means gw menciptakan rekor baru. Seminggu sekali ke Jakarta. Dua kali menikmati weekend di Jakarta dalam satu bulan. Berturut-turut bahkan. Alhamdulillah. Dapat bersua dengan mamah dan dua adik yang masih tersisa di Jakarta. Hehehe. Ngobrol banyak dengan Gusti selepas refreshing SMD. Mengetahui fakta baru nan menarik di Jakarta tentang Opik yang kali ini menyukai novel-novel Tere Liye. Makan masakan terlezat di dunia buatan mamah tercinta. Melepas rindu masa kecil dengan menikmati lekukan jalan-jalan sekitar rumah. Dan takziah ke makam ayah dan adik tersayang, Almarhum Fajar. Ya Allah, satu hal yang membuat saya terkadang sedih jika berlama-lama di Jakarta, mengingat kenangan bersama ayah dan Fajar. Semoga kelak Engkau mempertemukan hamba dengan beliau di Jannah-Mu kelak. Aamiin.

Menghadiri dua agenda di Jakarta di November ini pun terasa lebih lapang. Sederhana alasannya, target sudah cukup aman. Insya Allah sampai dengan akhir tahun sudah dapat diprediksi endingnya akan seperti apa. Selama tidak ada kejadian luar biasa, sepertinya nilai memuaskan sudah ada di genggaman tangan. Hanya tinggal sempurnakan ikhtiar dengan mengetuk pintu langit. Berdoa. Mulai.

Oiya, satu hal lain yang membuat November ini menjadi sangat spesial adalah dua award yang gw dapatkan berturut-turut. Pertama dari FLP alias Forum Lingkar Pena. Dan kedua dari Gramedia. Keduanya buah karya dari postingan gw di blog, tentang FLP dan tentang resensi novel Matahari-nya Tere Liye. Alhamdulillah. Seumur-umur belum pernah gw menang dua award skala nasional kayak gini. Meskipun belum dapat juara pertama, tapi setidaknya prestasi semacam ini adalah hal langka yang jarang gw alami. Gw sangat-sangat bersyukur atas dua award ini. Sekali lagi. Alhamdulillah.

Kalau ada istilah H-1, sepertinya gw bisa menyebut bulan November ini sebagai M-1. Dan M-1 kali ini sangat terinspirasi perjuangan arek-arek Suroboyo pada peristiwa 10 November yang kemudian kita kenal sebagai hari pahlawan. Seperti Bung Tomo yang menggelorakan takbir perjuangan kala itu, maka di November Juara ini gw pun menyambut takbir itu dengan penuh semangat.

Allahu Akbar!!!

Labios Land, 20 Januari 2017-Baru saja paripurna 3 bulan setelahnya…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s