RESENSI NOVEL TENTANG KAMU : TENTANG CINTA, WARISAN & PERJALANAN HIDUP

“Dia mengorbankan setidaknya satu jam untuk berputar setiap hari ke selatan. Memaksakan naik busmu sesuai jadwal, hanya untuk mengobrol lima menit, lantas berlarian naik kereta, menuju kantornya di utara. Aku tidak tahu, apakah dia tiba tepat waktu atau tidak di kantornya. Satu tahun penuh aku menyaksikan kegilaan ini.” (hal.368)

taken from republika

taken from republika

“Karena Sri Ningsih ingin seseorang menelusuri hidupnya, Eric. Dia melakukan riset mengagumkan, mengetahui tentang Thompson & Co., membaca kliping koran saat Sir Thompson Senior mendirikan firma hukum. Sri tahu seseorang akan kembali mengunjungi tempat-tempat dia dibesarkan, memahami perjalanan hidup seorang Sri Ningsih, bila perlu menceritakannya ulang agar banyak orang yang tahu.” (hal.517)

Jauh hari sebelum novel Tentang Kamu resmi saya baca, saya sudah merasa teristimewa dibuatnya. Istri saya diam-diam ternyata ikut pre-order novel ini. Demi menghargai perasaannya, saya pura-pura tidak tahu. Sekian lama menunggu hingga nyaris putus asa, akhirnya di awal November 2016, saya dikejutkan oleh sebuah paket yang tiba di kantor tempat saya bekerja. Isinya bukan tentang gamis yang biasa istri saya pesan untuk dijual kembali, bukan juga tentang doorprize undian berhadiah, melainkan Tentang Kamu. Tentang novel ke-15 Tere Liye bersama Penerbit Republika yang cetakan pertamanya saja telah menembus angka 40.000 eksemplar!

**~**

Tentang Kamu. Saya langsung berkesimpulan sederhana ketika membaca judulnya. Isinya pasti dominan tentang kisah cinta si tokoh utama. Romance. Ditambah lagi dengan blurb-nya Tentang Kamu yang Tere Liye banget bahasanya :

Terima kasih untuk kesempatan mengenalmu, itu adalah salah satu anugerah terbesar hidupku. Cinta memang tidak perlu ditemukan, cintalah yang akan menemukan kita.

Terima kasih. Nasihat lama itu benar sekali, aku tidak akan menangis karena sesuatu telah berakhir, tapi aku akan tersenyum karena sesuatu itu pernah terjadi.

Masa lalu. Rasa sakit. Masa depan. Mimpi-mimpi. Semua akan berlalu, seperti sungai yang mengalir. Maka biarlah hidupku mengalir seperti sungai kehidupan.

Namun setelah mengkhatamkan novelnya, kesimpulan saya ternyata salah. Novel ini tidak sekedar tentang kisah cinta si tokoh utama. Tentang Kamu adalah tentang Sri Ningsih, seorang perempuan yang sabar, bersahabat, memiliki keteguhan hati & cinta serta mampu memeluk semua rasa sakit dalam hidupnya. Juga tentang petualangan Zaman Zulkanaen, seorang lawyer yang menelusuri kehidupan seorang Sri Ningsih demi memastikan warisan senilai Rp 19 triliyun yang ditinggalkannya terselesaikan dengan baik.

“Kita adalah kesatria hukum, berdiri tegak di atas nilai-nilai luhur. Kamu akan memastikan wanita tua yang malang itu mendapatkan penyelesaian warisan seadil mungkin menurut hukum.” (hal.14)

**~**

Adalah Zaman Zulkarnaen, lulusan master hukum Oxford University yang diminta untuk menangani warisan kliennya senilai satu miliar poundsterling atau setara dengan Rp 19 triliyun. Sir Thompson, partner senior firma hukum tempatnya bekerja memang sengaja memilih lawyer terbaiknya ini karena si klien yang bernama Sri Ningsih –meskipun memegang paspor Inggris- juga sama-sama berasal dari Indonesia.

Zaman kemudian mengawali investigasinya dari salah satu panti jompo di ibukota Perancis, Paris, tempat dimana Sri Ningsih menghabiskan belasan tahun terakhir hidupnya disana. Berbekal buku diary dari Madame Aimée, petugas panti kepercayaan Sri Ningsih, petualangan Zaman pun berlanjut ke pulau terpadat di dunia, Pulau Bungin, Sumbawa.

Di Pulau Bungin, Zaman akhirnya bertemu dengan Pak Tua Ode yang mengenal Sri Ningsih sebagai ‘gadis kecil yang dikutuk’. Dikisahkan oleh Pak Tua tentang masa kecil Sri Ningsih yang penuh dengan ujian dan penderitaan. Tentang kesabaran yang tiada berbatas. Juga tentang sebuah madrasah di pedalaman Jawa, tempat dimana Sri Ningsih dan Tilamuta, adik tirinya –the one and only pewaris sah harta peninggalan sang kakak- melanjutkan episode perjalanan hidupnya.

Investigasi yang dilakukan Zaman di Madrasah Kiai Ma’sum, Surakarta, kemudian mempertemukannya dengan Nur’aini, sahabat sejati Sri Ningsih di madrasah. Dari penuturan Nur’aini dan kotak jati kecil berisi surat-surat yang diterimanya, terungkaplah perjalanan hidup Sri Ningsih saat di madrasah hingga merantau ke Jakarta. Tentang persahabatan dan pengkhianatan. Tentang keteguhan hati dan kerja keras. Juga tentang bagaimana akhirnya Sri Ningsih bisa memperoleh harta berbentuk kepemilikan 1% saham di perusahaan besar senilai 19 triliyun rupiah.

belgrave-square-london

taken from google-belgrave square

Dari Jakarta, Zaman terbang kembali ke London untuk melanjutkan investigasinya. Episode kehidupan Sri Ningsih di Inggris pada akhirnya malah dituturkan dengan sangat jelas oleh Rajendra Khan –pemilik kios makanan langganan Zaman di London– dan ibunya yang telah menganggap Sri Ningsih seperti keluarga mereka sendiri. Tentang Sri Ningsih yang empat kali menjadi sopir bus teladan Kota London. Tentang cintanya kepada seorang pemuda Turki. Juga tentang lagu khusus berjudul ‘Tentang Kamu’.

Lantas bagaimana kelanjutan kisah cinta Sri Ningsih? Mengapa dia memutuskan untuk pindah ke Paris dan tinggal di sebuah panti jompo? Apakah Sri Ningsih telah menulis surat wasiat terkait harta warisannya? Dan apakah Zaman Zulkarnaen berhasil menuntaskan investigasinya dengan sempurna? Seluruh jawabannya ada pada novel ini.

**~**

Selepas Tentang Kamu tuntas saya selesaikan kurang dari seminggu, terngiang salah satu pertanyaan dari Eric, senior lawyer yang memberikan empat pertanyaan saat Zaman mengikuti wawancara untuk magang di Thompson & Co. Tentang apa harta yang akan dibawa mati saat kita meninggal?

Selain amal jariah dan doa anak yang shalih/ah, ilmu yang bermanfaat insyaallah juga menjadi salah satu ‘harta’ yang akan dibawa ketika kelak kita tiada. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk menulis resensi novel Tentang Kamu mengingat ada banyak kelebihan/kebaikan yang saya dapatkan dari novel setebal 524 halaman ini.

Berikut saya jabarkan beberapa kelebihan yang membuat novel ini layak menjadi best seller, yaitu :

  1. COVER YANG FILOSOFIS

Seperti kebiasaan Tere Liye pada beberapa novel terakhirnya, sidang pembaca diajak terlibat langsung untuk memilih cover pada novel yang akan diterbitkannya, tidak terkecuali novel Tentang Kamu. Jika melihat dari enam alternatif cover yang ada, saya pribadi menyukai official cover dimana terdapat sepasang sepatu dengan background warna coklat-jingga. Filosofi awal yang dapat saya simpulkan dari cover tersebut adalah tentang perjalanan yang identik dengan sepasang sepatu. Untuk background warna coklat-jingga menurut saya menggambarkan suasana nostalgia yang penuh dengan kesederhanaan.

 

taken from google

taken from google

 

Lalu bagaimana korelasi antara cover dan isi novel? Setelah saya membaca keseluruhan isi novelnya, sepasang sepatu lelaki pada cover ini sepertinya mewakili petualangan hebat Zaman Zulkarnaen menyusuri perjalanan hidup seorang Sri Ningsih yang dramatis. Sangat filosofis.

Jika ’sepatu’ versi lagu sudah dipopulerkan oleh Tulus, sepertinya Tere Liye kelak akan mempopulerkan ‘sepatu’ versi cover novel.

  1. TOKOH

Tere Liye kali ini berhasil menampilkan dua tokoh utama dalam satu jalan cerita. Satu hal baru yang belum pernah saya temukan pada novel-novel beliau sebelumnya. Hal semacam ini mengingatkan saya pada novel Republika lainnya karya Habiburrahman El Shirazy yang berjudul Api Tauhid. Tentang sejarah hidup seorang ulama besar Turki, Badiuzzaman Said Nursi yang dikisahkan kembali oleh Fahmi, seorang mahasiswa Indonesia lulusan Universitas Islam Madinah. Sedangkan Tere Liye kali ini, menceritakan kembali sejarah hidup Sri Ningsih –milyarder asal Indonesia– melalui investigasi seorang lawyer bernama Zaman Zulkarnaen.

Tokoh Sri Ningsih juga mengingatkan saya pada karakter Laisa dalam novel Bidadari-Bidadari Surga. Baik hati, pekerja keras, rela berkorban dan memiliki ciri-ciri fisik yang hampir mirip. Sedangkan tokoh Zaman Zulkarnaen membuat saya teringat karakter Bujang dalam novel Pulang. Muda belia, cerdas dan jago bela diri. Duet keduanya telah membuat novel ini sangat menarik sepanjang halaman. Inspiratif.

Selain itu, tokoh antagonis yang dimunculkan oleh karakter Sulastri juga berhasil mengaduk-aduk emosi saya selaku pembaca. Sahabat sejati yang kemudian berkhianat akibat terbakar rasa dengki. Rasa dengki yang akhirnya membuat hidup Sulastri dipenuhi dendam kesumat pada seorang Sri Ningsih. Benar-benar tokoh yang sempurna jahat.

Untuk tokoh pembantu lainnya, Tere Liye juga menghadirkan beberapa nama yang membuat setiap episode dalam novel ini berkesan. Sebut saja Rajendra Khan –muslim India yang jenaka, Maximillien –kakek tua yang pelupa, La Golo –‘calon raja’ Sumbawa yang sangat kepo dan Sueb –tukang ojek online yang asli betawi. Keempat tokoh ini telah membuat saya tersenyum dan tertawa ngakak. Ada lagi Hakan Karim yang sungguh sangat romantis dan menguras habis air mata saya atas cinta dan pengorbanannya. Juga Madame Aimée, gadis petugas panti berparas cantik dan baik hati yang membuat epilog novel ini berakhir manis.

  1. SETTING YANG MENDUNIA

Setting atau latar cerita yang digunakan Tere Liye dalam novel Tentang Kamu juga sangat mendunia. Tidak seperti novel-novel sebelumnya yang banyak berlokasi di pedalaman hutan Sumatera, Aceh dengan tsunaminya, Sungai Kapuas di Pontianak, Makasar tempo dulu hingga kota metropolitan Jakarta, Tere Liye kali ini bereksperimen dengan mengambil beberapa setting lokasi luar negeri. Kota London di Inggris yang mengawali jalannya cerita dan kota Paris di Perancis yang menyempurnakan ending cerita.

pulau-bungin

taken from google-pulau bungin

Tere Liye berhasil mendeskripsikan setting Belgrave Square yang dekat dengan Istana Buckingham di London menjadi begitu nyata. Begitu pula dengan Quay d’Orsay, kawasan elit di Paris yang hanya berjarak sembilan ratus meter dari Menara Eiffel. Tambahkan lagi Pulau Bungin di Sumbawa, madrasah Kiai Ma’sum di Surakarta dan beberapa lokasi di Jakarta seperti Tanah Abang, Pasar Senen dan Pulogadung. Lima kota di dua benua berbeda, Asia-Eropa. Luar biasa.

Tidak hanya setting lokasi yang melintasi benua, Tere Liye juga membuat saya takjub dengan setting waktu yang dibuatnya. Rentang waktu 70 tahun perjalanan hidup seorang Sri Ningsih terangkum dalam 10 hari investigasi yang dilakukan Zaman Zulkarnaen. Dalam kurun waktu tersebut, berbagai kejadian penting tercatat mulai dari pemberontakan PKI 1965, pembangunan Monas di tahun 1969, peristiwa Malari 1974, pernikahan Lady Diana & Pangeran Charles di tahun 1981, Millennium Bug di penghujung tahun 1999 hingga krisis ekonomi global pada tahun 2008. Maka lengkap sudah setting yang mendunia pada novel ini!

  1. POINT OF VIEW (PoV)

Sudut pandang yang digunakan oleh Tere Liye adalah sudut pandang orang ketiga. Kelebihan PoV ini adalah memungkinkan penulis untuk leluasa berpindah dari sudut pandang salah satu karakter ke sudut pandang karakter lainnya. Selain itu, penulis juga dapat memberikan informasi kepada para pembaca yang tidak mereka dapatkan jika menggunakan PoV yang lain.

Ketika saya membaca diary Sri Ningsih yang hanya sepuluh halaman, saya dapat memahami dengan jelas perasaan, pikiran dan emosi yang ingin Sri Ningsih sampaikan. Begitu juga ketika saya membaca surat-surat Sri Ningsih kepada Nur’ani dan Madame Aimée, seolah-olah surat itu ditunjukkan langsung kepada saya. Menjadi bagian dari jalannya cerita.

Dengan memilih PoV semacam ini, Tere Liye seperti membacakan dongeng yang selalu dinantikan kanak-kanak sebelum tidur, namun judulnya Tentang Kamu. Bagi kamu yang sedang jatuh cinta, seolah kamulah tokoh utama yang diceritakan. Bagi yang merasa hidupmu penuh ujian, kamu juga dapat merasa sayalah tokoh utamanya. Tentang Kamu pada akhirnya telah membuat para pembacanya merasa seperti ‘kamu’.

  1. QUOTE : PESAN MORAL

Dan inilah kelebihan utama novel Tentang Kamu. Tere Liye memasukan puluhan kutipan (quote) yang selama ini sudah tak asing ditelinga. Nasihat-nasihat lama nan indah yang sengaja diabadikan oleh Tere Liye. Telah menjadi ciri khas setiap novelnya, selalu ada pesan moral yang disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan bermakna. Seperti sudah menjadi janji seorang Tere Liye.

Selain bagiku, janji adalah janji, setiap janji, sesederhana apapun itu, memiliki kehormatan.” (hal.45)

Dalam novel ini, banyak sekali pesan moral yang tersampaikan melalui karakter para tokohnya. Seperti Sri Ningsih yang memiliki hati bagai kristal tanpa cacat, memaafkan semua orang yang menyakitinya, bersedia mengalah, menelan seluruh kepedihan yang dilakukan orang lain kepadanya dan berdamai dengan siapa pun.

“Bagaimana jika semua hal menyesakkan itu ibarat hujan deras di tengah lapangan, kita harus melewati lapangan menuju tempat berteduh di seberang, dan setiap tetes air hujan laksana setiap hal menyakitkan dalam hidup? Bagaimana Sri bisa tiba di tempat tujuan tanpa terkena satu tetes airnya? Sri sekarang tahu jawabannya. Yaitu justru dengan lompatlah ke tengah hujan, biarkan seluruh tubuh kuyup. Menarilah bersama setiap tetesnya, tarian penerimaan, jangan pernah dilawan, karena sia-sia saja, kita pasti basah.” (hal.457)

Seperti Zaman Zulkarnaen yang selalu berpikir out of the box, sempurna tepat waktu dan sangat memegang teguh prinsip hidupnya. Termasuk Hakan Karim, yang mengajarkan saya bagaimana menjadi seorang suami yang romantis.

“Aku berjanji, Sri. Aku akan membuatmu jatuh cinta lagi, lagi dan lagi padaku. Agar kita bisa kembali melanjutkan hidup seperti dulu. Agar aku bisa menyaksikan Sri yang selalu riang. Sri yang selalu sederhana menatap kehidupan ini.” (hal.385)   

Juga pesan moral melalui beberapa percakapan antar tokohnya, seperti tentang isu kekerasan terhadap anak yang saat ini sedang marak.

“Bahkan hingga hari ini, di masa modern, kita masih tidak peduli dengan kekerasan yang dialami anak-anak di rumah. Menganggap itu urusan keluarga masing-masing, hal yang lumrah. Bukankah masih ada jutaan anak-anak yang mengalami kekerasan di seluruh dunia? Baik yang terang-terangan juga yang tersembunyi, tidak diketahui tetangga atau kerabat dekat. Bentakan marah tanpa sebab, ucapan menyakitkan, hingga dalam kasus ekstrem, pukulan fisik, penyiksaan. Kekerasan yang mereka peroleh justru dari orang yang seharusnya menyayangi dan melindungi.” (hal.110)

Tak lupa juga pesan moral tentang keluarga yang sepertinya menjadi concern seorang Tere Liye dalam setiap novel-novelnya.

“Keluarga-keluarga terpisah secara fisik dan emosional, mereka hanya bertemu dalam acara penting, seperti pernikahan atau pemakaman. Lima orang di meja makan, maka lima-limanya memegang gadget. Enam orang di ruang tamu, enam-enamnya sibuk dengan HP. Tidak ada lagi percakapan seperti dulu. Angka perceraian naik signifikan, dan lebih banyak lagi anggota keluarga, orangtua dan anak-anak yang tercerai berai oleh pertengkaran.” (hal.441)

**~**

Secara umum, saya menilai Tentang Kamu seperti hotel bintang lima. Perfect. Namun tiada gading yang tak retak. Ada beberapa typo yang dapat dikoreksi pada cetakan berikutnya. Contohnya pada penulisan nama Sri Ningsih yang justru tertulis Sri Rahayu.

“Rasa cinta yang besar itu, lebih dari cukup untuk membuatnya juga menyayangi Sri Rahayu, meski hanya anak tiri.” (hal.84)

“Dan sejak saat itu, Nusi Muratta berubah amat membenci Sri Rahayu, bahkan kemudian tega menyebut Sri dengan sebutan ‘anak kecil yang dikutuk’.” (hal.84)

“Tapi Sri Rahayu berhasil menyelamatkan adiknya, Tilamuta.” (hal.137)

“Tentang Sri Rahayu, anak yang dikutuk.” (hal.137)

Selain itu, pada salah satu percakapan antara Zaman dengan Eric, ada dua typo yang menurut saya cukup ganjil.

“SPV? Ini bukan penyelidikan pajak, Eric?” (hal.207)

Seharusnya tertulis Zaman mengingat statement tersebut diucapkan oleh Eric, bukan Zaman.

“Itu ide yang brilian, Zulkarnaen. Baik akan kutambahkan tugas itu bagi staf firma. Aku akan menggunakan kontak resmi di berbagai firma hukum spesialis SPV, boleh jadi mereka bisa membantu.” (hal.208)

Seharusnya tertulis Zaman mengingat sejak awal hingga akhir percakapan, Eric konsisten memanggil Zaman, bukan Zulkarnaen. Hal tersebut juga terlihat pada percakapan lain yang melibatkan Eric dan Zaman, dimana Eric selalu memanggil seorang Zaman Zulkarnaen dengan nama panggilan Zaman.

Juga penulisan nama Ningrum yang seharusnya tertulis Murni mengingat Ningrum adalah nama samaran Lastri.

“Sepuluh pengawal pusat penadah mobil curian itu digelandang, juga Lastri, dia terkulai didorong polisi naik ke atas mobil tahanan –sambil menatap penuh kebencian pada Ningrum yang duduk di lapangan rumput.” (hal.515)

Hal lain yang menurut saya sangat ‘sadis’ adalah segala permasalahan yang saat ini marak terjadi seperti kekerasan terhadap anak oleh ibu tirinya, pengkhianatan yang dilakukan sahabat sejati, kesulitan mencari lapangan pekerjaan, tidak dapat memiliki keturunan, hingga menghabiskan masa tua di panti jompo semuanya silih berganti dialami oleh seorang Sri Ningsih.

Satu lagi yang masih mengganjal di benak pikiran saya dan mungkin sidang pembaca lainnya, apa dua pertanyaan lain yang diajukan oleh Eric saat mewawancarai Zaman. Mengapa hanya dua pertanyaan saja yang diberitahu oleh Tere Liye dalam novel ini? Apakah Tere Liye akan membuat sekuel Tentang Kamu yang di dalamnya menjelaskan dua pertanyaan Eric lainnya?

PARIS - DECEMBER 05: Lighting the Eiffel Tower on December 05, 2

taken from google

Terlepas dari itu semua, menurut saya Tere Liye telah berhasil melakukan beberapa eksperimen pada novel Tentang Kamu. Mulai dari kemunculan dua tokoh utama dengan gaya penceritaan investigatif yang membuat saya seperti menyaksikan film Sherlock Holmes. Sampai petualangan tiada henti selama sepuluh hari menyelusuri Pulau Bungin di Sumbawa, Surakarta, Jakarta, London hingga Paris bersama heir hunters –pemburu harta warisan. What a great novel!

Tere Liye sepertinya juga ingin mengingatkan sidang pembaca tentang semangat pantang menyerah dwitunggal tokoh Sri Ningsih dan Zaman Zulkarnaen, seperti yang tertuang dalam diary Sri Ningsih di juz ketiga, tentang keteguhan hati.

“Jika kita gagal 1000x , maka pastikan kita bangkit 1001x.” (hal.210)

Batin saya pun bergumam, mungkin inilah yang dinamakan prinsip. Keyakinan. Bukankah akhir dari berbagai kesulitan adalah kemudahan dan dibalik kesulitan tentu ada kemudahan yang begitu dekat.

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al Insyirah ayat 5-6)

Hingga sekarang, novel Tentang Kamu masih eksis di jajaran best seller. Untuk membuat semakin penasaran akan novel tersebut, izinkan saya menutup resensi ini dengan sebuah pertanyaan lain dari Eric kepada seorang Zaman Zulkarnaen.

 “Jika berkata jujur akan membuat empat orang jahat terbunuh mengenaskan, sedangkan berbohong akan membuatnya selamat, maka pilihan apa yang akan Anda ambil?” (hal.8)

Judul                     : Tentang Kamu

Penulis                 : Tere Liye

Penerbit              : Republika

Tebal                     : 524 halaman

Terbit                    : Oktober 2016

 

 

34 thoughts on “RESENSI NOVEL TENTANG KAMU : TENTANG CINTA, WARISAN & PERJALANAN HIDUP

  1. aseeek..
    mantan seorang analis tulisannya mendalam ya.

    bang, itu yang halaman 515 salah po?

    btw kalimat “Demi menghargai perasaannya, saya pura-pura tidak tahu.” jadi sorotan utama..
    ~hahaha..

    • Hehehe. Ini msh jd analis juga koq, khusus resensi 😊

      Iya bu, yg hal.515 ada yg typo, coba aja dicek 😆

      Wkwkw. Ntar klo bilang udah tw kan gak seru surprisenya 😎

  2. Standing applause buat panji a(r)rohman.. alumni bimo yg msh produktif nulis dn bbrp kli karyanya dpet award.. meski baru ini tulisan yg aku baca penuh (sblm2nya klo ada link tulisan panji yg d share d grup biasanya cuma tak skip..hehe maafkn ji, minat bacaku blkngn mnurun drastis)..

    Kesanku stlh baca resensi panji dr novel Tentang Kamu, adalah..m jeng jeng jeng… jadi pengen beli n baca novelnya.. beneran resensi ini berhasil bkin aku super penasaran en ngerasa sayang bnget klo dilewatkan novelnya.. itung2 liburan, g ngajar.. kyknya asik liburan baca novel bagus ini…

    Tp trus ada kepikiran juga…
    Jd pngen ngado buat nikahannya Alvin.. kyknya bagus jg buat kado spesial d hari pernikahan Alvin… bener ga niefh, ji…? Saran dong..

    NB: link wordpress ku g usah dibuka niefh, ji.. g pernah di update lg… wkwkwk….

    • widih, suatu kehormatan nih ada alumni bimo leave komen di mari ^^

      menurut ane and istri, novelnya emang bagus koq, dan very recomended buat kado si Alvin -makanya tak bela2in bikin resensinya

      NB : lebih eksis di IG yak skarang yah bos =D

  3. Karya Tere Liye cenderung tidak stabil ya kualitasnya. Saya baca buku Berjuta Rasanya cuma dua cerpen saja. Nah, di novel Tentang Kamu ini, Tere Liye sepertinya makin matang dalam proses kreatifnya. Terima kasih atas resensinya

    • Hehehe. Klo yg Berjuta Rasanya sy juga gak terlalu suka..

      Tapi klo mas koko baca tiga novelnya yg terbit di tahun 2016 : Hujan, Matahari dan Tentang Kamu, itu bener2 stabil koq mas kualitasnya ^^

      Makasih juga udah mau baca resensinya, semoga bermanfaat

      • Pak media ini tteteup produktif euyy.. sepakat tuk berjuta rasanya kurang nendang malah bingung. Sip deh segera beli mas tuk tentang kamu,nambah koleksi Paman tere.. sering2 resensi novel yg lainnya ms

      • Hehehe. Namanya juga berjuta rasanya, qt mungkin cuma bisa icip beberapa rasa ‘Win, makanya bingung 😂

        Klo yg tentang kamu, emang a must buy & read ‘Win 😎

  4. Aaaaaaa ga ngerti lagi sama lu dah, bisa menganalisis dengan bahasa yg sederhana walaupun kadang di ulang ulang biar ngerti maksudnya apa wkwkwk.

    Keren bgt dah gw nunggu buku tulisan lu aja a, gw siap ko jadi tokoh di dalam tulisan lu nanti 😎

  5. Wah kayanya udah waktunya naro sapu, penggorengan, dan setrikaan nih. Lalu duduk-duduk lucu buat baca buku. Anak-anak biar main tapak gunung sama ayahnya hehe.

    #brbketokobukudiskoncaritentangkamu

    • hehehe. insyaallah worthed aja bos meluangkan waktu sejenak tuk baca novelnya.

      #salam takzim buat barnard- person who teaching me blogging via WP ^^

  6. Engga di kantor, di dunia maya, tetep ya hobinya nganalisis ckck. Bahkan sampe typonya pun ketauan juga hahaha. Good job lah! Smg baca ga cuma sekedar hobi ya. Btw, jadi kepengen beli bukunya deh. Pas kyknya buat liburan tahun baru ini😄

  7. Muantab.. resensinya aja luar biasa keren gini.. gmn novel aslinya ya??? jadi penasaran..
    Ayo bang, segera terbitkan novel karya pertamamu.. Juniormu (sebut saja mawar) aja udah terbitin Novel Best Seller.
    Ane nantiin ya Novel Super Best Seller hasil goresan tinta pena ente di Gramedia terdekat bang.. :D

  8. Apakah Zaman Zulkarnaen berhasil menemukan siapa penerima sah harta warisan dari Sri Ningsih,.,.,.,.,.???
    jadi penasaran pengen baca novelnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s