Lamaran

Jakarta. Hari kedelapan di bulan Januari 2017. Ini adalah pengalaman ketiga gw mengikuti prosesi lamaran.

Gw inget, udah beberapa kali gw mengikuti acara smacam ini. Pertama pas aa tito mau nikah sama istrinya. Kita smua kumpul di rumah wa elon (kakaknya bapak gw). Wa elon kmudian memperkenalkan smua kluarga besarnya. Setelah sebelumnya calon besan memperkenalkan diri. Waktu itu gw masih bocah. Dan gw gak terlalu ngeh. Yang gw paham, inilah silaturahim akbar, dua keluarga besar yang akan menjalin ukhuwah lebih erat lagi.

Edisi kedua. Beberapa tahun kemudian. Medio November 2011. Kali ini masih melibatkan wa elon juga. Bapak dan ibu gw bersepakat untuk menunjuk beliau sebagai juru bicara keluarga. Untuk lamaran siapa? Kali ini untuk lamaran gw pribadi. Beruntungnya, calon istri gw juga berasal dari keluarga besar Sunda. Jadi ini bukan hal sulit. Kultur dan budaya sudah sama. Kami dari Kuningan, keluarga calon istri dari Cirebon. Gak nyampe sejam perjalanan. Rumah gw di Pangkalan Jati, acaranya di Rawa Badung deket Buaran. Juga gak nyampe sejam perjalanan.

And you know what the result? Wa elon mengawali prosesi lamaran dengan sebuah pantun berbahasa Sunda yg mampu mencairkan suasana. Mengakrabkan irama. Sempurna. Gw yang harusnya nervous and tegang juga bisa sedikit rileks. Maka hanya doa yg bisa membalas segala kebaikan wa elon. Semoga Allah memberikan pahala yg tiada putus atas amal jariah wa elon. Aamiin.

Terakhir atau edisi ketiga. Kali ini lamaran adik kandung gw. Agung Arohman. Mamah secara khusus minta gw yang jadi juru bicara keluarga. Berhubung gw yang paling tua dan tidak ada lagi sosok seperti wa elon di keluarga besar gw. Pun bapak yg juga udah gak ada sejak 4 tahun silam. Maka bismillah. Gw bakal menjaga amanah ini.

Lamaran. Di Islam kita mengenalnya sebagai khitbah. Gw gak terlalu paham hukum dan dalil syar’inya. Tp sederhananya, inilah bukti keseriusan seorang lelaki kepada seorang wanita yang dicintainya. Ibarat segel rumah. Atau tanda jadi alias depe, yang pelunasannya akan dilakukan saat akad nikah. Insya Allah.

Sebenarnya saat itu kondisi gw pas lagi gak fit. Sariawan akut plus flu salesma tingkat dewa. Untung Allah masih memberikan gw sedikit kekuatan dan kelancaran lisan saat menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan kami sekeluarga berhadir disini. Asli. Gak sempurna lancar memang. Tapi Alhamdulillah point utamanya tersampaikan sudah. Allahu Akbar!

Semoga Allah mudahkan semuanya hingga hari H. Tiga bulan kemudian. 9 April 2017. Tepat di saat Alm.Fajar milad.

Rawa Badung, 8 Januari 2017
Tepat 11 tahun setelah fajar terbenam…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s