Surat Untuk Saudaraku; Anggota, Alumni & Simpatisan KAMMI

Rabu malam. Sekitar jam 10 WITA saya baru membuka WA. Di salah satu grup alumni kampus, terposting berita bahwa salah satu sahabat kami ada yang ditangkap polisi ketika melakukan aksi di depan Istana Merdeka siang tadi. Tidak sekedar ditangkap, polisi juga memberikan sedikit bukti arogansinya dengan luka lebam dan luka fisik lainnya kepada para pelaku aksi. Batin saya bergejolak. Aparat kepolisian benar-benar tidak sopan!

Tindakan anarkis semacam itu tidaklah dibenarkan. Tapi mungkin publik saat ini juga tahu. Anak buah adalah cerminan dari pemimpin. Pemimpin yang tidak baik tentu akan memberikan dampak yang juga tidak baik bagi bawahannya. Begitu juga sebaliknya, pemimpin yang baik tentu akan memberikan dampak yang baik bagi bawahannya. Maka benar apa yang disampaikan Ust. Arifin Ilham, doa beliau untuk ayahanda semoga Allah kabulkan. Agar aparat keamanan itu mengayomi, melindungi, serta memberikan rasa aman, bukannya memberikan kekhawatiran, kecemasan, hingga kedzoliman.

*~* Continue reading

#DiaryBanker15 : LEADERSHIP

Alhamdulillah, posisi gw sekarang udah definitif. Setelah sebelumnya uring-uringan karena status pejabat sementara (pjs) yang tidak kunjung jelas dan pasti. Belum sempurna benar memang statusnya, karena meskipun sudah definitif, gw malah kehilangan kompensasi pjs dan pemotongan uang pulsa di bulan April. Okelah, gw pikir gak masalah klo semisal Total Cash (TC) gw kemudian naik jika dibandingkan Maret, tapi pada kenyataannya? Masih tetap sama. Okelah, klo memang TC gw sebelum definitif berada di level tertinggi which means sama dengan sama dengan level terendah di posisi definitif, mohon agar dijelaskan dan disampaikan saja. Agar semuanya transparan dan clear. Tapi kenyataannya? Semuanya masih menggantung. Seperti yang pernah disampaikan oleh si Andi -anggota team gw yang paling senior- untuk hal semacam ini sepertinya memang gw harus ngotot dan berjuang terus untuk mendapatkan hak-hak yang sudah semestinya. Mumpung kinerja gw juga masih on the track!

Ya Allah, semoga di penghujung Mei nanti semua yang seharusnya menjadi hak gw bisa bener-bener tertunaikan. Aamiin.

taken from google

taken from google

Kembali ke judul awal cerita gw kali ini. Salah satu karakter kepemimpinan dalam islam adalah tabligh alias menyampaikan. Nah, gw cuma mencoba menyampaikan apa yang menjadi hak seorang pegawai, tentunya setelah kewajiban telah kita tunaikan. Bahkan gw sempet share ke beberapa supervisor di cabang lain untuk juga memperjuangkan apa yang menjadi haknya. Memang beda-beda responnya. Ada yang pasrah dan nerimo begitu saja, ada juga yang membiarkan semuanya mengalir bagaikan air. Hahaha. Kayaknya emang gw doing nih yang rebel. Tapi sekali lagi, gw juga berhitung, klo gak sekarang gw memperjuangkan hak gw, kapan lagi? Reasonnya apa? Mumpung kinerja gw juga masih on the track! Continue reading