#DiaryBanker15 : LEADERSHIP

Alhamdulillah, posisi gw sekarang udah definitif. Setelah sebelumnya uring-uringan karena status pejabat sementara (pjs) yang tidak kunjung jelas dan pasti. Belum sempurna benar memang statusnya, karena meskipun sudah definitif, gw malah kehilangan kompensasi pjs dan pemotongan uang pulsa di bulan April. Okelah, gw pikir gak masalah klo semisal Total Cash (TC) gw kemudian naik jika dibandingkan Maret, tapi pada kenyataannya? Masih tetap sama. Okelah, klo memang TC gw sebelum definitif berada di level tertinggi which means sama dengan sama dengan level terendah di posisi definitif, mohon agar dijelaskan dan disampaikan saja. Agar semuanya transparan dan clear. Tapi kenyataannya? Semuanya masih menggantung. Seperti yang pernah disampaikan oleh si Andi -anggota team gw yang paling senior- untuk hal semacam ini sepertinya memang gw harus ngotot dan berjuang terus untuk mendapatkan hak-hak yang sudah semestinya. Mumpung kinerja gw juga masih on the track!

Ya Allah, semoga di penghujung Mei nanti semua yang seharusnya menjadi hak gw bisa bener-bener tertunaikan. Aamiin.

taken from google

taken from google

Kembali ke judul awal cerita gw kali ini. Salah satu karakter kepemimpinan dalam islam adalah tabligh alias menyampaikan. Nah, gw cuma mencoba menyampaikan apa yang menjadi hak seorang pegawai, tentunya setelah kewajiban telah kita tunaikan. Bahkan gw sempet share ke beberapa supervisor di cabang lain untuk juga memperjuangkan apa yang menjadi haknya. Memang beda-beda responnya. Ada yang pasrah dan nerimo begitu saja, ada juga yang membiarkan semuanya mengalir bagaikan air. Hahaha. Kayaknya emang gw doing nih yang rebel. Tapi sekali lagi, gw juga berhitung, klo gak sekarang gw memperjuangkan hak gw, kapan lagi? Reasonnya apa? Mumpung kinerja gw juga masih on the track!

Gw juga bakal tahu diri klo semisal performance gw melempem tapi minta macem-macem. Makanya, inilah saatnya. Yah, memang gak mudah ternyata menjadi seorang leader. Dan di tahun ini gw mulai merasakan beratnya menjadi seorang leader dengan hadirnya beberapa personil baru di team gw. Tantangannya sungguh luar biasa teman! Allahu Akbar!!

Sebelumnya gw udah beberapa kali bercerita tentang bos gw. Berbagai karakter mereka menjadi bahan evaluasi buat gw saat menjadi leader nantinya. Yang positif bisa gw ambil dan dikembangkan, sedang yang buruk gw buang jauh-jauh agar tidak gw tiru di kemudian hari. Nah, sekarang-lah saatnya gw mempraktekan semuanya. Sebenarnya sih gw udah mulai praktek saat pertama kali dipercaya menjadi supervisor. Medio 2015. Saat itu gw baru belajar, klo ternyata gak mudah menjaga amanah dari manajemen. Hasilnya terlihat jelas di penghujung tahun. Pencapaian kita jauh dari target yang telah dicanangkan dan disepakati bersama. Tapi dari situ gw mulai belajar. Pasti ada cara lain untuk bisa membawa pasukan gw ini menang di akhir laga.

Alhamdulillah, medio 2016, masih bersama team yang sama, kita merasakan manisnya sebuah perjuangan yang berdarah-darah. Klo sudah berjuang setengah mati, sisanya biarkan Allah yang menggenapi. Terbukti, SS one of my best team berhasil dapet reward umroh, penilaian memuaskan dan ditarik ke KP. Hattrick yang ngebuat gw sangat seneng. Ibarat maen futsal, gw selaku coach merangkap player juga pasti seneng klo ada pemain lain di team kita yang jadi best player atau top scorer bukan? Jangan sampai malah kita iri dengki dengan apa yang udah diperoleh anak buah kita. Jangan sampai deh.

Maka ketika akhirnya SS hijrah ke KP dan digantikan oleh dua orang Golden Batchsi Andi memanggilnya dengan guyon sebagai Golden Kampret- sudah menjadi tugas dan kewajiban gw untuk bisa menjadikan kedua orang itu lebih baik dari SS. Apalagi beberapa hari yang lalu gw juga baru kehilangan satu personil yang sangat potensial di team gw, sebut saja Ardi. Belum genap dua bulan bergabung di team gw –dipotong pelatihan 3 minggu- tapi dia udah bisa closing hampir 1 Milyar. Apalagi klo full sampe akhir tahun, lumayan banget bisa ngebantu team gw menunaikan amanah target tahun ini yang amat sangat menantang. Tapi Allah berkehendak lain, si Ardi penempatan pjs-nya ternyata di cabang sebelah alias Banjarbaru. Ya sudahlah. Ibarat sayap, tahun ini gw udah kehilangan sayap kanan dan kiri, jadi gw harus memikirkan cara lain agar bisa terbang meskipun tanpa sayap. Bisa naek pesawat, helikopter atau yang paling keren, naik Jet!

Dan sekarang udah memasuki empat bulan gw menjadi team leader dari dua personil Golden Batch, satu Junior Analis-sebut saja Abdul dan si Andi –analis senior dengan keahlian CCF No.1 se Indonesia Raya. Alhamdulillah, pencapaian si Andi masih bisa nge-back up pencapaian tiga orang lainnya. Makanya di akhir Maret kemaren gw ngusulin biar dia dapet reward triwulan -yang sampai sekarang masih gak jelas kepastiannya.

Lalu bagaimana pencapaian tiga orang lainnya. Untuk si Abdul, gw udah bisa ngelepasnya dengan tenang. Dia udah on the track, meskipun belum optimal. Tinggal gw diskusi intens biar target angka yang melekat di dia bisa terlewati. Sedangkan dua personil Golden Batch, sementara gw harus back up mereka full. Gw juga harus banyak bersabar. Harus kreatif juga inovatif. Selain tentunya, gw juga harus bisa memotivasi mereka untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari. Gw masih berharap banyak sama dua orang ini. Bisa masuk Golden Batch jelas bukanlah hal yang mudah. Seleksinya ketat. Adek gw aja gak tembus. Jadi sebenarnya secara input-an, mereka ini memiliki potensi. Tinggal gw lagi aja yang kudu mengasah dan mengembangkan potensi yang ada di mereka. Gak muluk-muluk sebenarnya target gw buat mereka, dapat BAIK aja udah Alhamdulillah. Secara target tahun ini naeknya emang berkali-kali lipat dari tahun sebelumnya. Jadi gw juga kudu realistis. Tapi klo ternyata seiring berjalannya waktu, dapat MEMUASKAN juga memungkinkan, pasti bakal gw kejar habis-habisan.

The last but not least, ternyata emang gak mudah yah jadi seorang pemimpin. Jadi salah team leader di B*I Syariah Banjarmasin aja udah ngebuat gw pusing kepala. Hehehe. Baru mulai tahun ini sih kerasa tantangannya. Yah karena memang gw kedatangan personil baru di team gw. Apalagi yang dirasakan BM gw sekarang yak? Dia harus mensinkronkan beberapa unit yang sangat unik, berkarakter dan punya target menantang. Tapi gw yakin beliau pasti bisa. Insya Allah. Kuncinya dakwah first, business follow! Lillah. Fillah. Billah.

Labios Land, 11 Mei 2017

Pagi hari menjelang acara bincang santai –saya nitip Mas Tri dan Mas Wira yah pak =D

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s