Surat Untuk Saudaraku; Anggota, Alumni & Simpatisan KAMMI

Rabu malam. Sekitar jam 10 WITA saya baru membuka WA. Di salah satu grup alumni kampus, terposting berita bahwa salah satu sahabat kami ada yang ditangkap polisi ketika melakukan aksi di depan Istana Merdeka siang tadi. Tidak sekedar ditangkap, polisi juga memberikan sedikit bukti arogansinya dengan luka lebam dan luka fisik lainnya kepada para pelaku aksi. Batin saya bergejolak. Aparat kepolisian benar-benar tidak sopan!

Tindakan anarkis semacam itu tidaklah dibenarkan. Tapi mungkin publik saat ini juga tahu. Anak buah adalah cerminan dari pemimpin. Pemimpin yang tidak baik tentu akan memberikan dampak yang juga tidak baik bagi bawahannya. Begitu juga sebaliknya, pemimpin yang baik tentu akan memberikan dampak yang baik bagi bawahannya. Maka benar apa yang disampaikan Ust. Arifin Ilham, doa beliau untuk ayahanda semoga Allah kabulkan. Agar aparat keamanan itu mengayomi, melindungi, serta memberikan rasa aman, bukannya memberikan kekhawatiran, kecemasan, hingga kedzoliman.

*~*

Yah, kedzoliman. Salah satu sahabat kami yang terdzolimi oleh aksi aparat adalah Kartika Nur Rokhman. Beliau bersama 6 orang lainnya dari KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) saat ini ditahan dan diamankan polisi. Saya tidak bisa berpositif thinking kalau mereka hanya sekedar ditahan. Aksi mereka saya pikir pastilah aksi yang santun. Tidak seperti aksi anarkis yang dilakukan gerombolan kotak-kotak berlilin di LP Cipinang beberapa pekan yang lalu. Tapi kenapa perlakuannya berbeda? Apakah karena KAMMI tidak berseragam kotak-kotak? Apakah karena KAMMI tidak membawa lilin? Apakah karena KAMMI aksi adalah aksi yang menentang rezim sepeda, vlog dan gebuk? Hanya pihak polisi yang bisa menjawabnya? Itupun kalau mereka masih memiliki hati untuk menjawabnya. Cukup hati, tidak perlu nurani. Apalagi Rakyat!

Saya mengenal baik Kartika Nurokhman. Beliau aktivis dakwah sekolah di Jogja. Sebut saja Jangkar Islam. Ketika di kampus, beliau juga pentolan KAMMI UGM. Lepas dari kampus, ketika banyak dari rekan-rekannya berkarya melalui dakwah profesi, beliau tetap istiqomah bersama KAMMI di dakwah siyasi. Pilihan yang telah mengantarkannya untuk berhadapan langsung dengan kedzoliman rezim dan aparat.

*~*

Kita semua tentu tahu, ada banyak jalan untuk menyebarkan kebaikan. Ada banyak jalan juga untuk melawan ketidakadilan. Saya pun memahami jalan yang akhirnya dipilih oleh Kartika Nurokhman. Kalau kalian tahu, beliau lebih memilih untuk menemani sang istri tercinta melahirkan anak pertama ketimbang  berangkat S2 keluar negeri. Sebuah jalan pilihan yang akhirnya mengantarkan beliau untuk tetap berjuang melalui KAMMI.

Dan tentu kita semua tahu, bahwa perlu oposisi yang senantiasa mengingatkan pemerintah ketika ada kesalahan yang dilakukan. Sebut saja kenaikan listrik yang berkali-kali lipatnya, kasus korupsi yang tak terjamah mulai dari BLBI, Sumber Waras, e-KTP hingga reklamasi. Juga kriminalisasi ulama dan diskriminasi yang dilakukan oleh aparat penegak hukum untuk setiap aksi massa berbaju putih dan berbaju kotak-kotak. Dan KAMMI adalah salah satu oposisi yang istiqomah dengan perjuangan siyasinya.

Kalau sekarang kita tidak bisa membersamai aksi ‘langsung’ bersama KAMMI, kita masih tetap bisa memberikan dukungan untuk mereka. Dukungan moril dan spiritual. Support materi juga donasi. Apalagi dengan kedzoliman rezim dan aparat yang baru saja dialami oleh Kartika Nurokhman dan ikhwah KAMMI ketika berjuang menyuarakan keadilan; ada satu hal lain yang dapat kita lakukan. Viralkan! Karena media mainstream tidak akan pernah berani menyuarakan keadilan seperti KAMMI!!

Banjarmasin, 25 Mei 2017

Semoga rekan-rekan KAMMI istiqomah…

 

Advertisements

2 thoughts on “Surat Untuk Saudaraku; Anggota, Alumni & Simpatisan KAMMI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s