#DiaryBanker16 : RAMADHAN DUA BULAN

Ramadhan kali ini akan gw lalui dalam dua bulan. Sejak akhir Mei hingga akhir Juni 2017. Untuk Mei Alhamdulillah sudah terlewati dengan cukup menggembirakan. Berbicara hasil, setelah usaha dan doa terbaik, inilah hasil terbaik yang kemudian Allah berikan. Pencapaian ekspansi masih nomor satu se-Indonesia Raya, NPF masih terkendali, Pra NPF masih make sense (walau relatif besar) dan ada satu PR besar yang harus gw selesaikan sebelum Ramadhan berakhir di akhir Juni, bahkan klo bisa sebelum nanti di pertengahan Juni gw mudik. Bismillah.

taken from google

taken from google

Kayaknya gw belum pernah cerita salah satu pantangan yang gak boleh dilanggar oleh seorang AO. Apakah itu? Jangan sekali-kali membiarkan nasabah macet kurang dari setahun. Maksudnya, setelah realisasi/pencairan, tolong dijaga agar nasabah tersebut bisa melewati fase setahun untuk tidak macet atau bermasalah. Sebab apa? Sebab klo itu sampai terjadi, kita wajib membuat yang namanya LPK. Semacam laporan pertanggungjawaban. Sungguh sangat tidak menyenangkan.

Saat ini gw kembali menemukan kasus serupa. Nasabah eksisting gw, yang udah beberapa kali mendapatkan fasilitas, yang udah gw percaya untuk amanah menjaga kewajibannya, tapi nyatanya saat ini sudah beberapakali wan prestasi, atau klo bahasa Banjar-nya, mengeramput! Gw gak mempermasalahkan klo bisnisnya ternyata ada masalah, hidden trouble yang gak terdeteksi oleh gw. Juga oleh analis gw. Sangat gw sayangkan, gw kecolongan kembali. Bukan masalah nominalnya. Besar kecilnya gak masalah buat gw, walau sebenarnya jumlah segitu saat ini sangatlah besar buat gw. Tapi yang membuat gw kecewa adalah gw dibohongin oleh nasabahnya, apapun alasannya. Continue reading