#DiaryBanker14 : TRIMESTER PERTAMA-PART II

Ketika gw menuliskan ini, artinya sudah dua periode gw memasuki trimester, tahun 2016 dan 2017. Angka yang tercatat di akhir trimester part II ini pun sama bagusnya dengan trimester part I. Alhamdulillah. Bahkan di tahun ini ada terobosan baru dari KP untuk para AO yang bisa achieve di trimester I, walau sayangnya untuk penyelia hal ini tidaklah ada, sepertinya langsung meng-generate ke reward Cabang. Fuih, maka coba saja mengajukan, approval atau tidak kita lihat nanti. Bismillah.

Di trimester pertama tahun 2017 ini gw juga masih belum mendapatkan perubahan status. Definitif or No! Padahal gw berharap banget bahwa sebelum salary gw naik di April ini, status gw udah berubah jadi definitif. Mengakhiri status pjs selama 2 tahun 3 bulan. Semoga Allah mengetuk pintu hati para pihak yang berwenang, bahwa ada hak orang lain yang belum tertunaikan, bahwa sesungguhnya ketika kita mempermudah urusan orang lain, kelak Allah akan mempermudah urusan kita di hari akhir kelak. Jujur, gw agak sedikit kecewa dengan proses yang berlarut-larut dan lambat seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi, inilah realita yang terjadi, klo bisa dipersulit, untuk apa dipercepat?

Dan mari kita beralih ke hal lain yang jauh menyenangkan hati!

holiday

taken from google

Continue reading

Advertisements

#DiaryBanker13 : AMANAH

taken from google

taken from google

Ini bukan tentang air minum amanah milik salah satu nasabah inti B*I Syariah Banjarmasin. Bukan juga tentang seseorang yang bernama amanah. Tapi postingan kali ini khusus gw dedikasikan untuk the best CEO dan Direktur Bisnis Konsumer yang pernah gw miliki, Pak Imam Teguh Saptono dan Pak Kukuh Raharjo.

Berbicara tentang mereka berdua, secara pribadi gw belum pernah ada komunikasi yang intens dengan mereka. Pertama kali bertemu dengan mereka sepertinya pada saat acara grand launching KCG di tahun 2013. Saat itu Pak Imam masih menjabat sebagai Direktur Bisnis, sedangkan Pak Kukuh masih menjabat sebagai GM CSD (klo gak salah). Waktu itu gw masih tergolong newbie. Jadi bertemu dengan mereka sudah pasti minder dan keder. Dan dengan jabatan mereka yang sudah sebegitu tingginya, apalah arti gw di hadapan mereka. Gw kenal mereka itu wajar, tapi mereka kenal gw, kayaknya enggak deh. Hehehe. Piss Pak Imam dan Pak Kukuh ^_^ Continue reading

MARET 2017

Alhamdulillah. Trimester pertama di tahun 2017 sudah mau closing. Dan minggu2 ini kembali gw memuali reli panjang penuh penantian. Berjuang.

Urusan pekerjaan sudah on the track, thx a lot for Fheby dkk yang udah berjuang untuk dapet Front Loading Juni 2017. Hitungan simpel gw sih, Juni qt masih di posisi aman. Tapi untuk enam bulan sisanya, mari qt perbanyak doa dan usaha. Insyaallah bisa. Minimal 90% dari target-lah, maksimal yah di atas 125%. Oiya, selain outstanding, mari kita kejar juga NPF, Pre NPF dan pendapatan. Bismillah. Continue reading

DiaryBanker12 : LEGENDA

taken from google

taken from google

Rabu, hari kedelapan di bulan Maret. Sudah memasuki trimester pertama tahun 2017. Alhamdulillah, sejauh ini SME Banjarmasin sudah on the track. Kalau penilaian akhir tahun dipersingkat dan dimajukan saat ini, akan sangat menarik sepertinya. Tapi yang terjadi sebenarnya adalah, kehadiran legenda yang dipersingkat. Awalnya rencana sehari semalam di Banjarmasin, menjadi hanya sehari saja. Yah, betul-betul legend. Legenda hidup B*I Syariah Banjarmasin kembali hadir ke Banjarmasin untuk kali kesekian, namun dengan kapasitas yang jauh berbeda, istilah kerennya adalah Regional Head, atau lebih simple kita singkat saja menjadi RH.

Jauh sebelum gw mengenal beliau, pada saat memilih dan memutuskan tempat On Job Training di cabang Surabaya, salah satu faktornya adalah beliau. Informasi yang beredar saat itu adalah Surabaya dipimpin oleh Branch Manager (BM) yang legend. Jadi tidak ingin membuang kesempatan itu, gw memutuskan untuk ke Surabaya, apalagi disana Mirzakun, temen seangkatan gw-senasib seperjuangan, punya orang tua dan rumah yang bersedia menampung gw saat itu. Maka bismillah, berangkatlah gw ke Surabaya, kota pahlawan di timur Jawa. Continue reading

DiaryBanker11 : Bonus

Alhamdulillah. Bonus tahun ini sesusai dengan ekspektasi awal. Proyeksi keuangan yang sudah gw buat akhirnya menunjukkan posisi positif setelah sebelumnya negatif selama 2-3 bulan terakhir. Cash-in di akhir Februari ini benar-benar membantu gw dalam meringankan beban hutang yang telah mencapai puncaknya di Februari. Sebenarnya gw juga udah buat proyeksi bonus di bulan Maret, tapi Alhamdulillah. Jumat penuh berkah, setelah mendapatkan notifikasi rutin setiap tanggal 25 dari 3346 di Subuh hari, menjelang Maghrib kembali notifikasi 3346 itu muncul. Yah, walaupun yang muncul sebenarnya keterangan : Sisa pulsa anda tidak mencukupi untuk menerima layanan ini.

taken from google

taken from google

Jauh sebelum gw bekerja di instasi ini, bonus paling banter gw dapat pada saat THR. Waktu gw masih bocah, lebaran adalah saat yang paling ditunggu-tunggu oleh gw dan adek-adek gw. Gw inget banget, almarhum bapak selalu menjanjikan Rp 1.000 setiap gw berhasil puasa setiap harinya. Jadi kalau dalam sebulan 30 hari gw bisa full puasa, gw bakal dapat Rp 30.000. Belum lagi bonus lainnya dari nenek, uwak, mamang, bibi, kakak sepupu yang sudah bekerja dan saudara-saudara lainnya. Pokoknya untuk ukuran bocah sepantaran gw, jumlah tersebut sangatlah fantastis. Apalagi jajanan di kampung juga relatif lebih murah dibandingkan di Jakarta. Secara kalau lebaran pasti gw mudik ke kampung gw di Kuningan. Continue reading

DiaryBanker10 : Futsal Day

Gw inget banget saat-saat pertama kali menginjakkan kaki di Banjarmasin. Sabtu. Ramadhan 2010. Dari bandara Syamsudin Noor gw langsung naek taksi menuju kantor cabang di bilangan Ayani KM 4,5. Sesampainya disana gw diperkenalkan dengan salah seorang security senior disana, Om Arul namanya. Sambil berkenalan, dia menginformasikan bahwa setiap Sabtu pagi ada futsal bareng di Lapangan Bun Yamin 2. Seluruh pegawai laki-laki, mulai dari security, driver hingga wakil pemimpin cabang, semuanya ikut main. Alhmadulillah. Mendengar ini, gw langsung bersemangat kembali. Penempatan jauh di Banjarmasin seperti tiada berarti ketika gw mengetahui ada olahraga yang satu ini. Yah, Futsal Day!

taken from google

taken from google

Jauh sebelum gw berkarya di dunia kerja, gw udah menggeluti olahraga yang satu ini. Mungkin dulu belum spesifik kita mengenalnya dengan futsal, tapi sepakbola biasa. Sejak zaman gw masih bocah SD, inilah olahraga favorit gw. Bersama teman-teman sepermainan di rumah, kita biasa bermain di lapangan berukuran sedang. Lebih tepatnya kebon kosong dimana masih berdiri kokoh beberapa pohon kecapi di beberapa titik lokasi. Jadilah kebon itu menjadi stadion kebanggaan kami. Tempat kami berlatih, bermain dan bertanding. Seiring berjalannya waktu, Jakarta tempat gw dibesarkan terus berbenah. Salah satunya adalah pembangunan rumah-rumah yang pada akhirnya menggusur lapangan tempat kami belajar arti persahabatan dan kerja sama tim. Akhirnya medio SMP-SMA gw beralih main bola di lapangan sekolah swasta yang ada dekat rumah. Kami mengenal stadion kedua kami dengan DS (Darma Surya) atau Dhayax (Dharma Surya X Malang). Stadion angker yang menjadi saksi metamorfosa kedua permainan sepakbola gw dan tim.

Continue reading