Resensi Novel Senandung Bisu : Memaknai Hidup Berkeluarga

taken from bukurepublika.id

taken from bukurepublika.id

Keluarga adalah awal mula kehidupan. Menjadi seorang anak adalah permulaan. Kemudian berlanjut dengan menikah dan berumah tangga. Lalu menjadi orang tua. Dan jika berumur panjang, menjadi kakek atau nenek adalah sebuah keniscayaan. Bahkan mungkin ada sedikit dari kita yang menikmati sisa hidup sebagai seorang buyut.

Begitu pun yang dialami oleh pasangan suami istri, Dlori dan Zulfin. Kehidupan yang sederhana di Desa Siwalan menjadi asal muasal jalannya cerita. Membesarkan kelima anaknya dengan segala lika-liku kehidupan bertetangga menjadi warna-warni tersendiri. Terkadang cerah seperti pelangi, namun tak jarang berubah menjadi gelap seperti malam.

*** Continue reading

Advertisements

RESENSI FILM THE ACCOUNTANT : KEEP LIFE IN BALANCE

Jauh hari sebelum menjalani LDM part 3, gw udah berazzam untuk nonton beberapa film yang berbobot dan berfaedah. Mengisi waktu luang dan menambah tsaqofah gw dalam dunia perfilman yang dalam beberapa tahun terakhir vakum karena tiadanya waktu luang. Hehehe. Sok sibuk banget yak, tapi emang klo urusan kantor beres, lainnya adalah family time, sedang untuk me-time, gw lebih memilih untuk futsal dan baca novel baru yang rekomended. Untuk nonton film, sorry to say, baru kali ini akhirnya tersedia waktunya.

Balik lagi ke film yang baru saja gw tonton di ahad siang. Sebenarnya udah dari Sabtu malem, tapi karena terlanjur ngantuk, gw pilih tuk menyelesaikannya di ahad. Dan film pertama yang udah berhasil gw tonton berjudul, The Accountant.

akunkover

taken from google

Di awal jalannya cerita memang agak gak nyambung dan membuat gw harus berpikir keras. Pemanasan otak dulu. Lalu seiring berjalannya waktu, rangkaian puzzle dalam film ini pun tersusun satu demi satu. Sempurna. Satu kata yang menurut gw mewakili film ini, KEREN! Continue reading

Alif yang Pertama

Dalam susunan huruf hijaiyah, alif adalah huruf pertama. Permulaan. Awalan. Maka ketika akhirnya anak pertama saya lahir, terbesit ide untuk menyelipkan nama alif diantara syahdan dan arohman (dua nama yang telah saya dan istri sepakati sebelumnya).

20150501_151324

syahdan alif belum genap setahun

Memberi nama lebih dari dua kata sebenarnya untuk mengakomodir pembuatan paspor nantinya. Hehehe. Tapi memang nama alif ini benar-benar harapan dan doa saya selaku orang tua. Mengingat kehadirannya benar-benar kami nantikan. Anak pertama, setelah menikah di Maret 2012, Allah akhirnya berkenan menganugerahkan seorang anak laki-laki kepada kami pada bulan Juli 2014. Menunggu saat yang tepat selama 2 tahun 4 bulan lamanya. Bukan waktu yang singkat. Tapi tidak juga lama. Tergantung dari sudut mana kita memandangnya.

Perihal nama alif ini juga membuat saya pribadi berpikir keras. Adakah teman atau handai taulan dari saya dan istri yang juga bernama alif. Jikalau ada, bagaimana karakter orangnya? Perilakunya? Kehidupannya? Karena nama itu akan sangat melekat pada yang tadi saya pertanyakan diatas. Dan setelah melakukan riset singkat, nama alif masih belum termasuk nama yang masuk black list. Hehehe.

Lalu apa arti alif yang sebenarnya? Dalam bahasa arab, kurang lebih berarti ramah-menyenangkan-sahabat karib. Sedangkan dalam bahasa Indonesia, artinya jenius dan berpengatahuan luas. Maka pemberian nama alif secara tidak langsung adalah doa kami, agar kelak anak pertama kami ini menjadi pribadi yang mudah bersahabat dengan sesama, asyik anaknya dan gaul (but always syar’i).

Banjarmasin, 15 Agustus 2018

Genap 8 tahun di Banjarmasin

Keep Pray for My Father & Brother

Dulu, waktu pertama kali gw nge-blog, alasan utamanya adalah adik gw. Yah, gw waktu itu merasa sangat kehilangan. Kepergian beliau membuat gw banyak bercerita (seolah-olah) kepadanya. Bukan sekedar cerita sebenarnya, tapi lebih ke doa. Gw berharap dari cerita-cerita yang gw tulis, akan ada banyak doa tuk beliau, dari yg membacanya langsung ataupun tidak. Sederhana, itu aja. Makanya tagline-nya selalu “Keep Pray for My Bro…”

November 2007, itulah pertama kali blog gw muncul. Sebenernya adik gw sendiri berpulang 8 Januari 2006. Sedih. Kesedihan yang tertuang melalui beberapa buku diary gw. Apalagi waktu itu gw sendiri di Jogja. Merantau jauh dari keluarga gw di Jakarta. Maka diary itulah pelampiasan emosi gw. Selain maen bola dan bawa ngebut Satria. Tapi sayang seribu sayang, selepas dari Jogja, diary-diary itu terselip entah kemana. Sedih sebenarnya. Pengen banget lihat tulisan gw waktu jaman dulu. Hehehe.

Maret 2018, lebih dari sepuluh tahun artinya gw bisa bertahan menjaga kehidupan blog gw. Walaupun sudah enggak se-eksis dulu, setidaknya gw masih bisa posting minimal sekali dalam sebulan. Apalagi gw sekarang coba fokus di #diarybanker #shariabanker. Entah sampai kapan akan bertahan. Biar waktu yang akan menjawabnya kelak

Nb : Tagline-nya sengaja gw tambah, “Keep Pray for My Father & Brother”, agar gw juga selalu inget dan mendoakan almarhum bapak yang genap 5 tahun berpulang…

Ayani 4.5-385, 12032018

 

#DiaryBanker23 : FINAL ANSWER

Hari itu Selasa, tepat ketika dalam perjalanan pulang OTS menuju kantor. Ada rekan seperjuangan di BJB me-WA :

“Nji, udah cek sheco? Ada dana ke rekening SimSem? Sepertinya Insentif FL-nya BJB udah cair.”

FA

taken from google

Alhamdulillah. What a final answer! Jawaban atas sebuah penantian panjang akhirnya hadir. Setelah beberapa hari sebelumnya para AO mendapatkan bonusnya, kali ini unit pun mendapatkan reward atas prestasinya. Dan dengan kondisi yang kurang diuntungkan sepanjang tahun 2017, maka ini adalah sebuah rezeki tersendiri bagi para SFH se-Indonesia Raya, terlepas dari seperti apa nanti gona-gininya di cabang masing-masing. Continue reading

#DiaryBanker22 : GIANT FROM BANJAR!

Awal 2018. Satu minggu terakhir ini gw berkutat dengan pembuatan PKPP. Semacam penilaian atas kinerja di tahun 2017. Ibarat bagi raport pas jaman sekolah, gw selaku supervisor harus mengisi raport analis-analis gw termasuk raport gw sendiri. Dan karena hasil akhir di 2017 yang belum optimal, tentu nilai raport yang terisi, wabil khusus punya gw, akan tidak optimal juga. Baik saja sudah keajaiban. Kalau cukup, Insya Allah sih sudah di tangan. Bagaimana dengan para analis gw? Variatif. Mulai dari kurang, hingga memuaskan.

r

taken from google

Jika awal 2017 gw bisa mengisi PKPP dengan hati yang teramat lapang karena nilai memuaskan sudah di tangan. Maka kali ini, agar bisa dapat baik aja harus setengah mati membuat pledoi alias pembelaan. Adjustment (penyesuaian) target dan realisasi yang ada. Menyusun dan merangkai nota keberatan dan keinginan. Hingga beberapa versi PKPP gw buat. PKPP Versi 5.0 itu yang terbaru. Lengkap dengan dua halaman tambahan penjelasan mengapa nilai gw masih bisa di-up grade menjadi baik. Kalau kata orang Jawa, mesake’, atau bahasa gw, ngenes! Continue reading

SECANGKIR KOPI KAPAL API UNTUK SEMANGAT INDONESIA

Beberapa tahun terakhir ini, kopi menjadi salah satu minuman yang menjadi hits di Indonesia. Entah apa penyebab utamanya? Iseng-iseng saya bertanya kepada teman di kantor yang seorang penikmat kopi tentang fenomena ini, jawabnya simple, karena filosofi kopi.

Yah, secara tidak langsung novel karya Dee yang kemudian di-film-kan ini telah membuat kopi menjadi booming, khususnya di kota-kota besar, lebih spesifik lagi di kalangan anak muda Generasi Y. Belum lagi kedai kopi yang banyak bermunculan dengan segala daya tariknya, variasi rasa, harga dan tentu saja tampilan suasana yang instagramable dan pathable. Nongkrong di kedai kopi apapun merk-nya, akhirnya menjadi suatu momentum yang perlu diabadikan di sosial media, apapun obrolan yang dibahas dan dengan siapa, itu lain persoalan. Ngopi pada akhirnya menjadi sesuatu yang sangat kekinian di zaman now. Continue reading